KAMPANYE

Tambah Satu

Donate : Rp. 0

Sebanyak 4.083 anak di Papua belum mendapatkan sponsor. Wahana Visi Indonesia mengajak Anda, para sponsor, untuk menambah satu atau lebih anak sponsor untuk kehidupan anak Papua yang utuh.

Tambah Satu

“Minat   belajar anak-anak  juga  meningkat,  dengan ada bantuan buku bacaan  dari WVI namun  ingin dapat bacaan  yang lebih banyak supaya tidak itu-itu saja bacaan anak-anak kami,” kata Bpk Antonius Dede, SpD, Guru Kelas 4A SD YPPGI Anigo, Wamena, Papua.

Pendidikan masih menjadi masalah terbesar bagi anak-anak di Wamena. Bahkan masih ada sekitar 4.083 anak di Papua yang belum mendapatkan sponsor sehingga belum bisa menerima manfaat dari program WVI untuk anak di Papua.

Potret Jayawijaya: “Kelas 5 SD Belum Bisa Membaca, 30% Sekolah Tidak Memiliki Toilet”

Masalah terbesar anak-anak di wilayah Pegunungan Tengah Jayawijaya adalah masih banyaknya anak di lingkungan masyakat yang belum mendapatkan hak mereka  dan berbagai pihak mengabaikannya,  khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Kemampuan Calistung (baca, tulis, dan hitung) anak SD yang rendah masih menjadi isu paling utama yang ada di hampir semua sekolah. Kemampuan anak kelas 5 SD yang bisa membaca dan memahami cerita masih sangat kecil, begitu juga dengan kemampuan menulis dan berhitung.

Selain masalah pendidikan, masalah kekerasan (fisik, verbal, psikis) kepada anak oleh guru di sekolah masih cukup tinggi. Anak-anak mengatakan bahwa mereka merasa aman ada di rumah, kampung dan sekolah namun sayangnya angka kekerasan fisik, verbal dan psikis yang mereka alami masih cukup tinggi. Masalah utama lain yang dihadapi anak yakni minimnya presentase anak yang memiliki akta lahir karena kurangnya sosialisi terhadap orangtua dan masyarakat.

Cukup mengejutkan bahwa tingkat  penyakit diare tertinggi Indonesia terdapat di  Kabupaten Jayawijaya, Papua. Ketersediaan air  di toilet masih sekitar 38% dan masih ada 30%  sekolah yang sama sekali tidak memiliki toilet. Hal ini disebabkan oleh minimnya sarana dan prasarana dan rendahnya  upaya pemeliharaan prasarana sekolah. Sekolah belum memiliki anggaran untuk program sanitasi dan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS).

Yang Dibutuhkan Mereka: “Anak Butuh Tempat Belajar Nyaman”

Wilayah Kabupaten Jayawijaya dengan fasilitas belajarnya yang terbatas membutuhkan renovasi kecil  untuk  ruang belajar atau kelas agar anak bersemangat untuk bersekolah. Setiap sekolah juga perlu diperlengkapi dengan fasilitas sanitasi baik berupa toilet maupun keran air bersih, supaya masalah kematian akibat penyakit diare dapat teratasi.

Yang Dilakukan WVI:

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jayawijaya, WVI melakukan pelatihan kepada tenaga pendidik untuk peningkatan  kemampuan Calistung & Matematika dasar. WVI juga mengajak anak untuk suka membaca dan mendorong mereka untuk membaca buku bacaan dalam konteks lokal.

Dalam rangka  mendengar suara anak dan memastikan anak  mempunyai  lingkungan yang aman dan nyaman, WVI melakukan pendampingan pada Forum Anak / Kelompok Bermain Anak.

Di bidang kesehatan, WVI melakukan upaya mobilisasi Posyandu dan pengobatan  penyakit kulit serta melakukan koordinasi dengan pemerintah,  tokoh masyarakat  untuk saling bersinergi dengan  pendekatan Kampung Ramah Anak / Kabupaten Layak Anak  temasuk sosialisasi pentingnya pendidikan dan kesehatan ibu dan anak.