DARI LAPANGAN

Akhirnya Anak-anak Memiliki Akta Lahir

07 Aug, 2017

Merita berfoto dengan anak-anak di dusunnya yang sudah mendapat akta lahir.

Akta lahir merupakan salah satu hal yang paling penting dimiliki oleh anak-anak sejak mereka lahir. Pada bulan Maret 2017, Wahana Visi Indonesia mengundang pemerintah untuk menjelaskan pentingnya akta lahir bagi anak. Saat itulah, Merita (29) merasa tertantang untuk meningkatkan kepemilikan akta lahir di dusunnya.

Sejak pulang dari pertemuan, Merita langsung beraksi. Awalnya beliau hanya terpikir untuk membuat akta lahir untuk anak sendiri, namun ia akhirnya tergerak untuk mengurus akta lahir anak yang lain. Hal pertama yang ia lakukan adalah mendatangi Ketua RT untuk menjelaskan pentingnya akta lahir. Banyak penolakan yang ia dapat di awal namun Merita tidak menyerah sampai akhirnya Ketua RT mendukung rencana ibu yang gemar merangkai bunga ini.

“Tujuan saya melakukan ini supaya anak-anak di dusun saya memiliki akta lahir dan nantinya bisa sekolah, tidak hanya tinggal di desa,” katanya.

Merita dan Ketua RT lalu mendatangi rumah-rumah dan memberi sosialisasi tentang pentingnya akta lahir. Mereka lalu langsung meminta berkas persyaratan untuk mengurus akta lahir. Ternyata sosialisasi ini tidak semudah membalik telapak tangan.

“Banyak orangtua yang belum sadar tentang pentingnya akta lahir bahkan mereka mengejek kami. Saya sampai nangis meminta mereka membuat akta lahir. Padahal saya melakukan ini untuk anak mereka juga,” kenang Ibu seorang anak perempuan manis bernama Irene ini dengan sedih.

Rasa sedihnya akhirnya terkalahkan dengan hasil perjuangan yang kini ia dapatkan. Sudah 85% anak di dusunnya akhirnya memiliki akta lahir. Hasil ini ternyata tidak langsung memuaskan hati Merita. Ia mencoba naik ke level berikutnya yakni level Kepala Desa.

Awalnya memang susah hingga akhirnya Kepala Desa, dan pemerintah desa mendukung upaya akta lahir untuk anak-anak desa ini. Merita bekerja sama dengan kader Posyandu dalam pelaksanannya. Pada saat pelaksanaan, semua biaya digratiskan.

“Bersyukur sekarang anak saya sudah mempunyai akta lahir dan biayanya juga gratis. Dulu saya sudah pernah mengurus akta lahir namun harus membayar Rp. 150.000 dan saya belum mampu,” kata Albina (22).

 

Ditulis oleh Herna Sinulingga, Wahana Visi Indonesia kantor operasional Sekadau