DARI LAPANGAN

Belajar Mengurangi Risiko Bencana di Mobil Sahabat Anak

13 Oct, 2017

Anak-anak mengikuti kegiatan membaca dengan Mobil Sahabat Anak di salah satu titik evakuasi akibat peningkatan status Gunung Agung, Bali.

Peningkatan status Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem terjadi sejak tanggal 22 September 2017 dan mengakibatkan ratusan ribu orang harus berpindah sementara ke berbagai tempat yang lebih aman. Di antara ratusan ribu warga yang terdampak tersebut terdapat anak-anak yang juga terdampak.

Wahana Visi Indonesia (WVI) merespons situasi ini dengan menginisiasi Ruang Ramah Anak. Di ruang ini anak-anak bisa bermain, berinteraksi, dan juga membaca buku yang terdapat di mobil perpustakaan keliling.

Sejak tanggal 3 Oktober 2017, perpustakaan keliling telah beroperasi di sembilan titik evakuasi warga yang terdampak peningkatan status Gunung Agung, Bali. Kesembilan titik tersebut adalah GOR Swecapura, Br. Lebah, Lapangan Ulakan, Pasar Manggis, Br. Jelantik Kuribatu, Br. Jelantik Mamora, Br. Abesang Kangin, Br. Pande Gilian dan Bale Masyarakat.

Selain membaca aneka ragam buku, anak-anak juga mendapat edukasi tentang Pencegahan Risiko Bencana lewat berbagai kegiataan untuk meningkatkan kesadaran anak dan keluarga terhadap wilayah yang rentan bencana. WVI bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (anggota dari Humanitarian Forum Indonesia) bekerja sama untuk menangani bencana.

Dalam merespons letusan Gunung Agung, WVI melakukan tanggap bencana selama 90 hari dengan melakukan pendampingan di wilayah terdampak bencana tersebut yang berfokus pada sektor pendidikan dan perlindungan anak. Saat ini, WVI berfokus pada kegiatan Ruang Ramah Anak melalui pengadaan kegiatan pendampingan psikososial dan pengadaan akses Mobil Sahabat Anak (Perpustakaan Keliling).