DARI LAPANGAN

Biar Malam, Biar Hari Libur, Saya Akan Tetap Datang’

05 Jun, 2017

Selain sebagai petugas sanitarian di Puskesmas, Pak Junden juga merupakan salah satu pengurus di CU (credit union) yang berada di Kecamatan Nanga Taman.

Seorang pria mempunyai beban tugas dan tanggung jawab yang membuatnya tidak peduli waktu malam, hari libur, jarak yang jauh dan kondisi cuaca. Beliau akan tetap melakukan tugasnya untuk mendampingi masyarakat yang ada di wilayah dampingannya. Seorang petugas Sanitarian (kesehatan lingkungan) di salah satu Puskesmas dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) di Sekadau.

Beliau adalah seorang Bapak yang bernama Barnabas Junden, lahir di Kelampuk pada tanggal 10 Juli 1959. Beliau mempunyai 3 orang anak dan ketiganya adalah perempuan. Saat ini Pak Junden tinggal di salah satu kecamatan di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat. Pak Junden bekerja sebagai PNS bagian sanitarian sejak tanggal 1 Maret 1987 dan akan pensiun pada tanggal 10 Juli 2017 ini. Saat ditugaskan pertama kali sebagai PNS, beliau ditempatkan di Puskesmas yang sampai sekarang ini beliau mengabdi.

Pak Junden mengenal WVI sekitar tahun 2014 dan sejak saat itu bekerja sama dengan WVI. Ia sering mengikuti sosialisasi, pemicuan, gotong royong, pembangunan Jaringan Air Bersih (JAB), dan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh WVI karena 3 desa tugasnya merupakan dampingan dari WVI. Bahkan beliau juga tetap mengikuti kegiatan walaupun malam hari, jarak yang jauh, cuaca yang tidak bagus, jalan yang tidak bagus bahkan kegiatan yang bukan di desa tugasnya juga terkadang beliau tetap mengikutinya.

”Saya hanya tidak akan datang pada saat kegiatan apabila tidak tahu atau disaat bersamaan ada tugas lainnya,” itulah pengakuan dari Pak Junden saat beliau datang untuk menjadi fasilitator dari kegiatan-kegiatan tersebut.

”Itulah panggilan saya, kalau bukan panggilan kerja, ya sembarangan saja’ jawab bapak yang selalu memakai topi saat turun lapangan ke desa.

Selain sebagai petugas sanitarian di Puskesmas, Pak Junden juga merupakan salah satu pengurus di CU (credit union) yang berada di Kecamatan Nanga Taman. CU ini juga membantu masyarakat di desa dampingan untuk dapat memberikan kredit apabila mau membeli material untuk pembangunan WC. Saat melakukan sosialisasi di masyarakat, Pak Junden juga selalu menyampaikan hal ini. Menurutnya, CU merupakan salah satu strategi untuk masyarakat dapat membeli material sebagai bahan pembuatan WC. Hal ini berkaitan dengan salah satu tugas dari seorang sanitarian yaitu menyadarkan masyarakan akan pentingnya melakukan perubahan perilaku Buang Air Besar (BAB) di WC. Pak Junden mengaku senang dapat mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, dengan WVI ia bisa mendapatkan materinya secara detail karena berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, ia tidak mendapatkan informasi sedetail ini.

Pak Junden percaya bahwa dengan lingkungan dan tempat tinggal yang baik, anak-anak akan sehat sehingga dapat belajar dengan baik. Selain itu, Ia juga sering membekali masyarakat, terutama orang tua untuk memperhatikan kesehatan anak.

 

Ditulis oleh Stanny Salindeho, WASH Coordinator, Wahana Visi Indonesia Kantor Operasional Sekadau