DARI LAPANGAN

Gunung Agung Meletus, Kilas Balik Pelayanan WVI di Indonesia

29 Sep, 2017

Status Gunung Agung masih dinyatakan awas hingga hari Jumat, 28 September 2017. Sumber: Twitter BNPB

Status Gunung Agung dinyatakan oleh pemerintah dalam berada dalam tingkat ‘Awas’. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyarankan agar masyarakat tidak berada dalam radius 12 kilometer di sekitar gunung. Akibatnya per tanggal 29 September 2017 ini, 134.299 mengungsi dari Karangasem, Bali, wilayah yang paling dekat dengan Gunung Agung. Sebagai yayasan kemanusian Kristen yang responsif, Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan asesmen di wilayah terdampak sebelum melakukan respons. Asesmen dimulai hari ini 29 September 2017 di posko warga terdampak.

Letusan Gunung Agung ini pernah terjadi pada tahun 1963. Akibat bencana tersebut, 1.148 orang meninggal dan 296 orang terluka. Letusan ini membuka pelayanan WVI yang saat itu masih World Vision dalam bidang tanggap  bencana.

Pendiri World Vision, Bob Pierce secara khusus datang ke Indonesia pada bulan April 1963 untuk melihat langsung dampak letusan Gunung Agung dan memberi arahan penyaluran bantuan bagi masyarakat di Bali. Saat mengunjungi Indonesia, Bon Pierce membawa kamera untuk mendokumentasikan keadaan yang ia lihat. Dari kesaksian dan liputan Bob Pierce tentang kondisi di Bali, banyak donor tergerak untuk membantu.

Dana bantuan terus meningkat untuk mendukung Bali. World Vision bekerjasama dengan beberapa tokoh di Bali akhirnya berinisiatif membangun beberapa panti asuhan. Tujuannya untuk menampung anak-anak yang rentan akibat terdampak letusan Gunung Agung.

Dalam respons erupsi Gunung Agung, Wahana Visi Indonesia berfokus pada sektor perlindungan anak, pengembangan ekonomi, dan pengembangan kapasitas mitra. Saat ini dua anggota Tim Tanggap Bencana WVI sudah tiba di lokasi terdampak dan akan melakukan asesmen untuk mengetahui dampak dari bencana.