DARI LAPANGAN

Lima Anak di Pedalaman Biak Akhirnya Bisa Membaca

03 Oct, 2017

Oktaviana (paling kanan), salah satu guru yang mendapat pelatihan literasi dari Wahana Visi Indonesia pada bulan Agustus 2017. Lewat pelatihan literasi, guru-guru menjadi semakin kreatif dalam mengajar.

Tahun 2015 kualitas literasi anak usia sekolah dasar di Kabupaten Biak belum begitu baik. Analisa kemampuan membaca anak dilakukan dengan metode FLAT pada kelas 3 SD menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih berada di level 5 dan 6 ke bawah. Sementara minimal level yang diharapkan adalah level 5 dan 6[1]. Selain itu masih terdapat anak yang berada di level 0.

Menanggapi kondisi ini, Wahana Visi Indonesia (WVI) kantor operasional Biak mengintervensi kemampuan guru dengan cara meningkatkan kemampuan belajar mereka melalui metode yang tepat dan disukai anak-anak. WVI menggelar pelatihan literasi dengan melibatkan 20 guru sekolah dasar yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2017.

Salah satu guru yang mengikuti pelatihan ini adalah Oktaviana Mondowen. Guru kelas 2 SD Yawir, Kampung Nermnu, Distrik Biak Utara menyampaikan pengalamannya saat mengikuti pelatihan. 

“Saat ini ada 35 siswa kelas 2 SD. Sudah ada lima siswa yang bisa membaca. Siswa suka belajar dengan media belajar dan menggunakan gerakan,” ceritanya ramah.

Dari hasil pelatihan tersebut,  Oktaviana semakin kreatif. Ia kini bisa mengajar menggunakan jari untuk berhitung, mengoptimalkan sapu lidi, dan menggunakan gambar buah-buahan seperti jeruk, apel dan pepaya.

Meski demikian, saat ini ada 98 siswa yang belajar di SD tersebut dan masih ada siswa kelas 6 yang belum lancar membaca. Hal yang sama sangat banyak ditemui di sekolah-sekolah dasar di pedalaman. Kehadiran guru yang rendah dan metode belajar yang kurang kreatif menjadi salah satu pemicu hal tersebut. Dalam programnya, WVI mendorong peningkatan kemampuan guru melalui pelatihan dan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat lewat komite sekolah.

Ditulis oleh Jhon Eris Purba, Area Development Program Manager, Wahana Visi Indonesia kantor operasional Biak.

 

 

[1] Level membaca dengan metode FLAT adalah level 0 = tidak dapat membaca apapun, level 1 = dapat membaca huruf saja, level 2 = dapat membaca kata – kata sederhana, level 3 = dapat membaca paragraph dengan 4 kalimat sederhana, level 4 = dapat membaca cerita pendek, level 5 = dapat membaca dan memahami cerita, level 6 = dapat membaca dan memahami materi lokal.