DARI LAPANGAN

Peni, Pahlawan Pencetak Kloset

8 hari yang lalu

Peni (kiri) dan salah satu toilet jongkok yang berhasil dibuatnya secara manual. Peni membuat toilet jongkok setelah mendapat pelatihan dari WVI.

31 Mei 2017 adalah hari bersejarah bagi Desa Meragun, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat karena desa mereka mendeklarasikan diri sebagai Desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Seluruh keluarga yang tinggal di Desa Meragun tercatat memiliki jamban. Pencapaian membanggakan ini tidak lepas dari campur tangan Peni (48), seorang lelaki penggerak Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Meragun. Peni adalah Kepala Dusun Kenambing Tinggi, dusun yang lebih dulu mendeklarasikan diri sebagai dusun bebas BABS di Desa Meragun.

Sejak dimulai pada tahun 2012 lalu, Peni sudah aktif dalam berbagai kegiatan STBM seperti sosialisasi ke warga, gotong royong membangun WC dan mencetak kloset bagi warga kurang mampu.

“Saya ingin agar masyarakat hidup sehat. Kalau sehat, hidup lebih terjamin. Biaya karena masalah kesehatan bisa lebih dikurangi. Dulu sungai kami manfaatkan untuk mandi, cuci, dan buang air besar. Jika ternak bisa ditertibkan, masa manusia saja tidak bisa ditertibkan,” kata ayah dari lima orang anak ini.

Setelah berhasil menggalakan kampanye Stop BABS di dusunnya, sekarang Peni aktif dalam sosialisasi gerakan sehat tersebut ke dusun-dusun lainnya.

“Ini adalah bentuk komitmen, solidaritas, dan kekompakan seluruh aparat pemerintah Desa Meragun. Kami sebagai aparat desa harus siap sedia terlibat dalam kegiatan gotong-royong pembangunan jamban untuk masyarakat tidak mampu,” lanjut pria yang suka bermain voli ini.

Di Desa Meragun, Peni sangat diandalkan oleh pemerintah desa untuk mencetak kloset-kloset bagi masyarakat. Sebelumnya, Peni mendapat pelatihan mencetak kloset yang diadakan oleh Wahana Visi Indonesia kantor operasional Sekadau. Dengan keahlian yang didapat dari pelatihan ini, Peni mulai membantu masyarakat.

“Cetakan kloset ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu. Desa telah mendukung program STBM dengan mengalokasikan dana untuk membeli semen sebagai bahan untuk mencetak kloset. Saya membantu mencetak kloset bagi warga dan membagikannya secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Kualitas cetakan kloset yang kami buat tidak berbeda jauh dengan yang dibeli di toko-toko’’, ungkap pria yang mendapatkan penghargaan oleh Bupati Sekadau saat acara deklarasi Stop BABS.

Masyarakat Desa Meragun kini sudah merasakan manfaat dari jamban yang sudah mereka bangun. ‘’Sekarang semua warga sudah mempunyai WC (jamban). Warga kami tidak lagi jauh-jauh buang air besar di sungai. Kalau hujan, kami sudah bisa buang air besar dengan nyaman di WC. Sungai menjadi lebih bersih. Anak-anak menjadi lebih sehat,” katanya bangga, “Terima kasih WVI sudah mendampingi kami sehigga bisa Stop BABS.”

 

Ditulis oleh Marianus Sebastianus Rengga, Monitoring, Evaluation & Learning Coordinator, Wahana Visi Indonesia kantor operasional Sekadau