DARI LAPANGAN

Perjuangan Anak Halmahera Utara Jadi Menteri Sehari

12 Oct, 2017

Yuyun, saat mengikuti kegiatan "Sehari Menjadi Menteri" di Gedung KPPPA, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Wajah Yuyun (17) berseri, memancarkan kegembiraan dari hatinya karena hari ini, Rabu, 11 Oktober 2017 dia terpilih menjadi Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dari Kekerasan dalam Rumah Tangga bersama 20 orang lainnya dalam acara “Sehari Menjadi Menteri” yang diadakan oleh Plan International Indonesia.

“Saya senang sekali bisa terpilih mengikuti kegiatan ini karena saya bisa menyuarkan suara anak di tingkat nasional,” ujar gadis muda yang sudah mengikuti kegiatan bersama teman-teman perwakilan anak dari seluruh Indonesia ini sejak tanggal 9 Oktober 2017.

Hak anak perempuan

Perjuangan Yuyun untuk sampai ke Jakarta ternyata tidak mudah. Ia harus menulis essay dan juga membuat video blog (vlog) serta bersaing dengan lebih dari 1.800 anak lainnya. Pada detik-detik terakhir, ia hampir kehilangan kesempatan untuk mengunggah vlog-nya karena rekaman yang sudah ia buat tidak bisa dibuka. Dari 50 orang remaja yang membuat vlog, Yuyun terpilih sebagai salah satu dari 21 anak yang terpilih mengikuti kesempatan “Sehari Menjadi Menteri” di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Rabu 11 Oktober 2017. Hari itu bertepatan dengan Hari Anak Perempuan Internasional 2017.

Yuyun terpilih menjadi Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dari Kekerasan dalam Rumah Tangga. Bersama teman-temannya, ia mengikuti simulasi rapat di ruang rapat KPPPA dan menyampaikan  pendapat mereka tentang permasalah kaum perempuan dan anak menurut sudut pandang mereka.

Yuyun sendiri mengaku prihatin dengan kekerasan anak yang banyak menimpa anak-anak di sekitar wilayahnya. Menurutnya, anak sberperan penting untuk menghentikan segala jenis kekerasan yang menimpa mereka.

“Menurut saya, sangat penting bagi anak-anak Indonesia mengungkapkan pendapat dan suara mereka tentang berbagai jenis kekerasan,” ujar anak yang aktif di Forum Anak Hibualamo ini.

Pengalaman bersama WVI

Siapa sangka dulu Yuyun adalah anak yang pemalu dan sungkan untuk berpendapat. Sikap ini berubah setelah ia mulai mengikuti kegiatan Forum Anak tujuh tahun silam yang didampingi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI). 

“Saya banyak mendapat manfaat dari kegiatan-kegiatan WVI. Saya menjadi lebih aktif dan berani berbicara di depan umum. Saya banyak mengikuti kegiatan anak bersama WVI antara lain Forum Anak,” katanya.

Pengalaman mengikuti rapat di KPPA ini menjadi salah satu pengalaman yang berharga bagi Yuyun. Salah satu ikrar yang ia buat yakni pencegahan perkawinan anak Indonesia. Ternyata hal ini membekas bagi Yuyun.

“Saya akan pegang janji ini untuk masa depan anak Indonesia.  Saya bangga menjadi anak Indonesia,” tutupnya.

 

 Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia