DARI LAPANGAN

Semangat Merajut Asa

09 Oct, 2017

Endang menunjukkan uang simpanannya di ASCA.

Namanya Endang (41), ibu dari dua anak ini tampak ceria hari itu. Bergegas dia berjalan menyusuri gang demi gang di tempat tinggalnya di kelurahan Sidodadi. Tak berapa lama dia sudah tiba di balai pertemuan RW itu. Rupanya telah ada banyak ibu-ibu lain yang juga berkumpul di balai RW itu.

Hari itu, 6 Juni 2017, rupanya akan ada penutupan ASCA Nusa Indah RW 6 Kelurahan Sidodadi pada di balai RW. Sebanyak 22 anggota dari 25 anggota datang menghadiri penutupan ASCA yang telah dimulai pada bulan Juli 2016 lalu. Endang adalah satu dari 25 anggota kelompok ASCA itu.

Setelah melalui penghitungan para pengurus, nilai saham per lembar yang semula bernilai Rp. 20.000 meningkat menjadi Rp. 25.600. Ibu-ibu anggota ASCA satu persatu menerima uang sejumlah saham yang dimiliki dengan dikalikan nilai saham yang baru. Ada yang mendapat paling sedikit 11 saham dan ada yang mendapat paling besar 55 saham. Ibu Endang menerima 52 saham dengan total nilai saham mencapai Rp. 1.331.200. Dengan demikian Ibu Endang menerima untung sebesar Rp. 331.200. Ibu Endang senang sekali menerima pengembalian sahamnya.

“Alhamdulilah, saya senang sekali. Ini lumayan untuk membantu suami saya mendapatkan modal tambahan berjualan,” kata Endang sambil tersenyum. Suami Endang adalah pengepul kardus bekas di wilayahnya. Endang sesekali juga membantu suaminya mengumpulkan kardus atau barang bekas lainnya sambil berjualan kecil-kecilan di rumahnya.

 “Kami senang warga di sini terbantu bukan oleh pihak luar tapi oleh mereka sendiri,” kata Pak Iwan, sekretaris kelurahan Sidodadi. “Mudah-mudahan ke depan hal ini akan berlanjut terus. Terimakasih untuk Wahana Visi Indonesia (WVI) yang terus mendukung warga kami di kelurahan Sidodadi,” lanjutnya lagi.

Hingga Juni 2017, WVI melalui program pendampingan anak telah mendukung terbentuknya 5 kelompok ASCA di kelurahan Sidodadi dan Simolawang. Melalui kelompok ASCA, masyarakat diajak untuk gemar menabung dan meminjam secara produktif. Melalui ASCA pula, perilaku meminjam dengan bunga tinggi yang biasa terjadi di masyarakat perlahan-lahan akan hilang menjadi perilaku meminjam yang menolong diri sendiri dan orang lain.

Mulai pada bulan Juli 2017 akan dilaksanakan pembukaan ASCA baru karena peminat yang semakin bertambah. Semoga semangat para anggota ASCA tetap tinggi untuk merajut asa mereka!

 

Ditulis oleh Nuzly Hudaya, Fasilitator Pendamping, Wahana Visi Indonesia kantor operasional Simokerto