DARI LAPANGAN

WVI Respons Banjir Bandang di Tolitoli

13 Jun, 2017

Seorang fasilitator Wahana Visi Indonesia sedang memfasilitasi kegiatan Ruang Sahabat Anak dalam respons banjir bandang di Tolitoli.

Banjir bandang menerjang sebagian besar wilayah di Sulawesi Tengah tanggal 3 Juni 2017 akibat hujan deras. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sungai yang tak mampu menampung debit air akhirnya meluap dan membanjiri wilayah Kabupaten Tolitoli, Morowali Utara, Palu, Donggala dan Sigi.

Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu wilayah terparah yang terdampak banjir. Ribuan rumah di Kecamatan Baolan, Galang, Lampasio dan Dakopamena terendam air setinggi 1 hingga 3 meter akibat luapan Sungai Tuwelei dan Sungai Lembe. 56.000 keluarga dilaporkan terdampak banjir. Dua orang meninggal dan beberapa orang lainnya hilang terserat arus banjir. Jalan utama Trans Sulawesi juga dilaporkan terdampak longsor dan banjir bandang.  Ratusan warga dan anak-anak terdampak banjir bandang sehingga mereka harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Wahana Visi Indonesia (WVI) merespon bencana banjir bandang dengan berfokus di tujuh desa yang terletak di dua kecamatan yakni Kecamatan Baolan dan Kecamatan Lampasio. WVI akan mengadakan Ruang Sahabat Anak (RSA) di tempat pengungsian. Selain sebagai wadah pemulihan psikososial anak, WVI juga akan melakukan Promosi Kesehatan di RSA. Seluruh kegiatan dilakukan atas kerjasama WVI dengan Gereja Kristen Sulawesi Tengah, Al-Khairaat, Muhammadiyah Disaster Management Center dan Palang Merah Indonesia.

Selain itu banjir juga menerjang wilayang di Kabupaten Tojo Unauna atau Touna. Ada 3 kecamatan yang dilaporkan terdampak banjir.  1.670 keluarga dan 337 rumah yang tersebar di 22 desa terendam banjir.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia