Lagu Aku Anak Indonesia Ciptaan A.T. Mahmud yang Menjunjung Tinggi Rasa Nasionalisme

Lagu Aku Anak Indonesia Ciptaan A.T. Mahmud yang Menjunjung Tinggi Rasa Nasionalisme

Aku Anak Indonesia

Anak yang merdeka

Satu nusaku

Satu bangsaku

 

Apakah ada yang tahu lirik lagu diatas?

Ya, lirik di atas adalah sepenggalan lirik dari lagu “Aku Anak Indonesia.”

Lagu “Aku Anak Indonesia” merupakan lagu yang sangat terkenal di tahun 60-an. Dan seolah tidak lekang oleh waktu, lagu “Aku Anak Indonesia” ini kembali populer setelah dinyanyikan ulang oleh Ruth Manurung yang berkolaborasi oleh Terence di tahun 2011. Kepopuleran lagu tersebut dapat dibuktikan lewat 8 ribu pendengar lagu “Aku Anak Indonesia” di Youtube dan ada sebanyak 21 ribu orang yang mengacungkan jempolnya untuk lagu ini.

Kenapa Lagu Aku Anak Indonesia Sangat Populer?

 

Lantas, apa yang membuat lagu “Aku Anak Indonesia” ini sangat populer sampai sekarang?

Lagu “Aku Anak Indonesia” merupakan lagu yang mengajak anak Indonesia untuk menjadi anak yang bangga menjadi seorang warga negara Indonesia. Rasa bangga tersebut seharusnya timbul berkat kekayaan dan keindahan alam Indonesia dan juga keragamaan budaya yang ada di Indonesia.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita lihat seluruh lirik dari lagu “Aku Anak Indonesia” ini! Kalau kamu bisa membaca lirik ini sambil mendengarkan lagunya pasti akan jauh lebih menyenangkan.

Aku anak Indonesia

Anak yang merdeka

Satu nusaku

Satu bangsaku

Satu bahasaku

Indonesia

Indonesia

Aku bangga menjadi

Anak Indonesia

 

Pending di khatulistiwa

Tanahku Indonesia

Ribu pulaunya

Ragam sukunya

Satu jiwa raganya

Indonesia

Indonesia

Aku bangga menjadi

Anak Indonesia

 

Aku anak Indonesia

Anak yang merdeka

Satu nusaku

Satu bangsaku

Satu bahasaku

Indonesia

Indonesia

Aku bangga menjadi

Anak Indonesia

3 Makna Tersirat Dalam Lagu Aku Anak Indonesia

Dari lirik tersebut, dapat kita simpulkan ada 3 makna tersirat yang ada di dalam lagu tersebut:

  1. Persatuan lewat kemerdekaan 

Memang tidak dapat dipungkiri, kemerdekaan telah membawa kita kepada persatuan. Lewat lagu tersebut, kita kembali diingatkan pada perjuangan para pahlawan kita di tahun 1945 untuk meraih kemerdekaan. Perjuangan itu membuat seluruh anak-anak kini dapat bersekolah, dapat mengemukan pendapatnya tanpa rasa takut dan dapat menjadi pemimpin yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Lewat lirik “Anak yang merdeka. Satu nusaku, satu bangsaku, satu bahasaku,” A.T. Mahmud berusaha mengingatkan kita kembali pada Sumpah Pemuda, yang secara implisit mengatakan bahwa apapun yang terjadi kita harus selalu mencintai bangsa kita dan bersatu untuk membangun Indonesia. Seperti kata-kata, “Satu nusaku, satu bangsaku, satu bahasaku,” yang berarti meskipun berasal dari latar belakang, suku dan budaya yang berbeda-beda tapi kita tetap satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. 

  1. Kekayaan dan keindahan alam

Lirik “Pending di khatulistiwa. Tanahku Indonesia. Ribu pulaunya” sangat jelas mendiskripsikan keindahan Indonesia. Berada tepat di garis khatulistiwa memberikan Indonesia berlimpah keindahan alam yang kerap menjadi tempat wisata yang populer seperti pantai-pantai indah di Bali dan Lombok serta terumbu karang yang ada di Raja Ampat, Derawan, Bunaken dan Wakatobi.

Selain pantai-pantai yang indah, Indonesia dianugerahi oleh ribuan pulau berserta dengan kekayaan alamnya. Berdasarkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Indonesia memiliki total 16.771 pulau. Banyak sekali pulau-pulau kecil yang tersebar di perbatasan Indonesia yang kadang dilupakan sehingga kekayaan alamnya sering diambil dan dimanfaatkan oleh negara lain.

Jadi di dalam lagu “Aku Anak Indonesia”, A.T. Mahmud berusaha menanamkan rasa cinta dan bangsa sebagai anak Indonesia supaya calon pemimpin bangsa ini selalu tidak pernah untuk untuk menjaga pulau-pulau kecil tersebut dari negara lain. 

  1. Keragamaan budaya

Indonesia memiliki 34 provinsi. Masing-masing provinsi memiliki keragamaan budaya yang berbeda-beda mulai dari bahasa daerah, makanan khas daerah, tari tradisional, pakaian dan rumah adat serta permainan tradisional. Di era modern ini, budaya tradisional ini sudah mulai perlahan-lahan ditinggalkan. Anak-anak tidak lagi berusaha mempelajari bahasa daerah dan tari tradisional. Mereka sudah tidak lagi mau bermain mainan tradisional. Contohnya saja anak-anak sudah tidak lagi bermain congklak atau bola bekel. Padahal permainan tersebut sangatlah populer sampai tahun 90-an. 

Selain itu, anak-anak juga sudah mulai melupakan bahasa daerah mereka masing-masing. Berkat globalisasi, orang bertutur kata menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris karena kedua bahasa tersebut dinilai lebih umum sehingga dapat menjangkau pendengar yang lebih luas. Akibatnya jumlah penutur yang menggunakan bahasa daerah menjadi sangat sedikit dan bahkan terancam punah. Contohnya saja bahasa Mawes dari Papua dan bahasa Ternateno dari Maluku Utara yang sudah punah.

Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi. Meskipun sekarang semua orang berlomba-lomba untuk fasih dalam berbahasa Inggris, namun kita tidak boleh melupakan jati diri kita. Bahasa daerah adalah jati diri kita. Kita boleh saja terus berlari melaju ke kancah internasional, tapi kita tidak boleh lupa dengan daerah kita sendiri. Daerah asal kita. Untuk dapat terus mengingat jati diri, diperlukan rasa nasionalisme yang tinggi. Oleh sebab itu, A.T. Mahmud menuliskan, “Ragam sukunya. Satu jiwa raganya. Indonesia,” dalam lagu “Aku Anak Indonesia.”

Pesan A.T Mahmud Dalam Lagu Aku Anak Indonesia

Lewat lagu “Aku Anak Indonesia”, A.T. Mahmud berusaha mengingatkan kembali berbagai alasan mengapa kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Beliau berusaha meningkatkan rasa nasionalisme rakyat Indonesia yang perlahan-lahan mulai dilupakan. Cara terbaik untuk terus memiliki nasionalisme adalah dengan menanamkan rasa nasionalisme tersebut sejak dini. Jadi A.T. Mahmud menciptakan lagu khusus untuk anak Indonesia supaya mereka dipupuk sejak kecil untuk tidak pernah lupa dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya, yaitu Indonesia.

Nah kalau dilihat dari lirik lagu “Aku Anak Indonesia”, kita bisa menilai bahwa A.T. Mahmud merupakan sosok yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Jadi, alangkah baiknya kita dapat mengenal beliau lebih dekat lagi. 

A.T. Mahmud yang memiliki nama lengkap Masagus Abdullah Totong Mahmud ini lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 1930. Ketertarikan beliau terhadap musik memang sudah ada sejak kecil dan semakin meningkat setelah beliau menjadi seorang guru di Sekolah Guru Taman Kanak-Kanan (SGTK) di Jakarta Selatan. 

Sebagai seorang guru musik, A.T. Mahmud agak sulit menemukan lagu anak-anak untuk latihan praktik mengajar pada tahun 1950-an, sehingga banyak anak-anak yang meminta beliau untuk  dibuatkan lagu. Karena permintaan tersebut, A.T. Mahmud mencoba untuk melakukannya dan ternyata lagu yang dibuatnya disukai banyak anak-anak. Sejak saat itu, A.T. Mahmud aktif menciptakan lagu. Pada awalnya memang hanya untuk kegiatan ajar mengajar di SGTK. Namun lama-kelamaan, lagu ciptaannya terus bertambah dan mulai dibawakan oleh kelompok paduan suara siswa SPG hingga akhirnya terdengar oleh Radio Republik Indonesia. Sejak saat itulah lagu-lagu ciptaan A.T. Mahmud mulai dikenal oleh masyarakat luas.

Sebagai pencipta lagu anak-anak, tentu saja anak-anak menjadi inspirasi utama A.T. Mahmud dalam menciptakan lagu. Dan inspirasi itu datang tanpa diduga dan lewat kejadian-kejadian sederhana. Salah satu contohnya adalah ketika anaknya yang bernama Roike sedang bermain di beranda rumah dan meminta beliau untuk mengambil bulan. “Pa, ambilkan bulan,” begitu kata Roike. 

Permintaan itu sukses membuat A.T. Mahmud kebingungan. Karena terus-terusan teringat, A.T. Mahmud memutuskan untuk menuangkan kebingungan tersebut ke dalam lirik lagu anak-anak. Kata “Pa, ambilkan bulan,” diubah sedikit menjadi “Ambilkan Bulan, Bu.” Ketika dirilis, lagu “Ambilkan Bulan, Bu,” sukses mengambil hati masyarakat luas, menjadi populer dan sangat dicintai.

Nah itulah sepenggal kisah hidup A.T. Mahmud, seorang guru yang berhasil menciptakan banyak lagu anak-anak yang disukai oleh banyak orang. Tidak hanya menciptakan lagu, tapi A.T. Mahmud tetap berusaha menanamkan rasa nasionalisme kepada anak-anak yang merupakan calon pemimpin bangsa. Salah satu lagu yang menjunjung rasa nasionalisme yang tinggi adalah lagu “Aku Anak Indonesia.”

Jadi, apakah kamu sudah mendengarkan lagu itu?

Kalau belum, ayo segera meluncur ke Youtube untuk mendengarkan lagu tersebut ya. Jangan sampai ketinggalan!

 

Ditulis oleh: Maya Giftira - volunteer writer, Wahana Visi Indonesia


Related Articles