WVI Resmi Akhiri Pengabdian 34 Tahun di Sintang, Pemkab Apresiasi Kontribusi Besar

12 Oktober 2026

Samuel Wangsa

Share now

cover image

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Sintang – Perjalanan panjang kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Sintang dan Wahana Visi Indonesia (WVI) resmi memasuki babak akhir.

Setelah lebih dari tiga dekade mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, WVI menutup Area Program Kabupaten Sintang dalam seremoni yang digelar di Hotel My Home Sintang, Kamis 6 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus, jajaran pimpinan Wahana Visi dari Kanada dan Jakarta, Program Director Wahana Visi Indonesia Eben Ezer Sembiring, Project Manager WVI Area Sintang dan Melawi Margareta Siregar, para kepala desa wilayah dampingan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah tamu undangan.

34 Tahun Menjadi Mitra Pembangunan Sintang

Dalam sambutannya, Sekda Sintang Kartiyus menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Wahana Visi Indonesia yang telah menjadi mitra pembangunan daerah sejak 1992.

Menurutnya, selama lebih dari 34 tahun, WVI telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak, melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar.

“Wahana Visi Indonesia telah menghadirkan banyak manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sintang. Program-programnya menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, gizi, sanitasi, penyediaan air bersih, perlindungan anak, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat”

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ujar Kartiyus.

Ia menilai kehadiran WVI tidak hanya membantu pemerintah dalam menjalankan program pembangunan, tetapi juga menghadirkan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

Dorong Identitas Anak hingga Akses Air Bersih

Kartiyus menjelaskan, salah satu kontribusi penting WVI adalah mendorong perluasan kepemilikan identitas hukum bagi anak melalui penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran.

Selain itu, berbagai program pendampingan yang dijalankan WVI turut mempercepat peningkatan kualitas sanitasi serta akses masyarakat terhadap air bersih di Kabupaten Sintang.

Saat ini, cakupan sanitasi di Kabupaten Sintang telah mencapai sekitar 70 persen, sementara akses masyarakat terhadap air bersih mencapai sekitar 65 persen.

“Salah satu faktor yang mendukung capaian tersebut adalah kontribusi Wahana Visi Indonesia. Kami juga banyak belajar dari pendekatan dan pola kerja WVI dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Pemkab Berkomitmen Melanjutkan Program Baik WVI

Kartiyus mengakui Pemerintah Kabupaten Sintang sebenarnya masih berharap WVI tetap melanjutkan pengabdiannya di daerah tersebut.

Namun, pihaknya menghormati berakhirnya masa program organisasi kemanusiaan tersebut.

Meski demikian, Pemkab Sintang memastikan berbagai inisiatif yang telah dirintis WVI akan terus dilanjutkan demi menjaga keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

“Terus terang kami masih berharap WVI tetap berkarya di Kabupaten Sintang karena dampak program-programnya sangat besar, berkualitas, dan terbukti berhasil”

“Saat ini memang ada sekitar 45 organisasi non-pemerintah, baik nasional maupun internasional, yang bekerja di Kabupaten Sintang. Namun, yang secara khusus memberikan perhatian besar terhadap pemenuhan hak dan masa depan anak-anak adalah Wahana Visi Indonesia,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen meneruskan semangat dan cita-cita yang telah dibangun WVI untuk mewujudkan generasi muda yang lebih sehat, terlindungi, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Kami berkomitmen melanjutkan harapan dan cita-cita mulia yang telah dibangun WVI demi mewujudkan generasi anak-anak Sintang yang lebih sehat, terlindungi, dan berkualitas,” tegas Kartiyus.