KERJA KAMI

PENDIDIKAN

Wahana Visi Indonesia percaya bahwa pendidikan adalah salah satu sarana utama untuk mengubah dunia. Itulah mengapa, akses anak terhadap pendidikan yang berkualitas menjadi salah satu prioritas WVI. WVI berfokus pada Pendidikan Dasar 9 tahun dengan 3 area besar: cakap membaca, cakap menulis, dan keterampilan hidup.

PENDIDIKAN

WVI UNTUK PENDIDIKAN

 "Pendidikan bukan sekedar memberikan pengetahuan tetapi juga mengasah sikap moral serta menghasilkan karya bagi kepentingan umat manusia " - Ki Hajar Dewantara

Wahana Visi Indonesia memajukan dunia pendidikan melalui Pendidikan Nusantara. Pendidikan Nusantara adalah model Pendidikan kontekstual yang menghubungkan materi belajar dengan realitas kehidupan sehari-hari, disesuaikan dengan kearifan budaya dan potensi lokal.

WVI memajukan pendidikan Indonesia tahun 2016 dengan fokus pada pemenuhan SDG 04, yakni pendidikan yang berkualitas. Prioritas utama WVI dalam sector pendidikan adalah meningkatkan jumlah anak yang dapat membawa sampai dengan usia 11 tahun.

WVI telah melakukan intervensi di 274 PAUD, 213 sekolah, 263 kelompok anak, dan memberi manfaat bagi 56,892 anak bagi program persiapan literasi dan program membaca dengan pemahaman.

1. Literasi dan Pemahaman Membaca

  • 7 dari 9 anak usia 6 hingga 11 tahun di Kabupaten Sentani dan Sambas mengikuti program persiapan literasi
  • 7 dari 10 anak di Kota Wamena, Papua dapat memahami materi bacaan dengan baik lewat program QUEST.
  • “Tahun lalu lebih dari 25 anak kelas 6 mendapatkan nilai UTS di bawah 60. Saat ini, dengan metode pengajaran yang lebih kreatif, nilai dapat meningkat. Hanya 7 siswa yang mendapatkan nilai di bawah 60,” kata guru agama di SDN Inpres Komba.

2. Keterampilan Hidup Anak

  • 9 dari 10 anak di Kabupaten Timor Tengah Utara dan 8 dari 10 anak di Kabupaten Landak telah mendapat pendidikan keterampilan hidup.

3. Pendidikan karakter

Pendidikan karakter diimplementasikan secara kontekstual di berbagai sekolah yang didampingi oleh Wahana Visi Indonesia. Pendidikan karakter kontekstual mendorong guru untuk lebih berpartisipasi dan interaktif dalam mengajar supaya nilai-nilai kearifan lokal bisa tersampaikan dengan baik kepada para siswa dan mengubah karakter mereka. Perubahan karakter anak ditandai dengan perubahan pada Harmoni Diri, Harmoni Sesama dan Harmoni Alam.

5 dari 9 anak di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Halmahera Utara, kemudian 7 dari 9 anak di mengalami perubahan karakter setelah sekolah menerapkan pendidikan karakter.

“Dulu sebelum mendapat pendampingan, sekolah kami kumuh dan tidak menarik minat anak untuk pergi ke sekolah. Setelah mendapat pendampingan dan pelatihan, kami guru-guru mulai mengubah cara mengajar kami sehingga anak-anak senang belajar di sekolah kami,” kata Iyus, Kepala Sekolah SD Negeri Sasak 07 yang didampingi oleh WVI lewat Program Pendidikan Kontekstual, Sekolah Hijau.

4. PROYEK NON SPONSORSHIP (PNS)

  • Space Project, mendorong peningkatan kehadiran guru di wilayah pelayanan WVI di Ternate.
  • Creative Project, mendorong peningkatan partisipasi orang tua dan pemerintah dalam pelaksanaan PAUD.
  • Bapeda Project, mendorong masyarakat member lingkungan yang aman bagi anak.
  • Qualified Elementary School Teacher (Quest) Project, meningkatkan kualitas manajemen dan proses pembelajaran di sekolah-sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya, Provinsi Papua.

-