KAMPANYE

New Year, New Way Of Giving

Donate : Rp. 0

Bersama berikan hadiah ruang kelas bagi anak-anak di Landak, Kalimantan Barat di akhir tahun.

New Year, New Way Of Giving

Some gifts change our outlook, some gifts change children’s lives.

Daripada hanya mengganti penampilan dengan fashion item terbaru, bagaimana kalau tahun ini kita menantang diri kita untuk memberi Kado yang mengubahkan kehidupan anak Indonesia?

Seperti misalnya untuk anak-anak di 2 SD di Kalimantan Barat yang merindukan untuk punya sekolah yang layak

SDN 25 Mimpin

SDN 25 Mimpin terletak di dusun Mimpin, Desa Kayu Ara. Berdiri sejak tahun 1982. Dusun ini berjarak sekitar 4 km dari jalan utama Desa. Merupakan satu-satunya sekolah yang mudah dijangkau oleh anak-anak Dusun Mimpin. Saat ini ada 37 siswa yang bersekolah di SDN 25 Mimpin, tetapi hanya terdapat tiga ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar menganjar. Untuk menyiasati kekurangan ruangan ini, Kepala Sekolah berinisiatif untuk menggunakan Ruang Guru sebagai tambahan ruang kelas. Ruangan ini dipakai khusus kelas 6 sehingga bisa fokus belajar untuk menghadapi ujian kelulusan. Sementara kelas lainnya digunakan secara bersamaan oleh dua tingkat sekaligus. Sekolah ini jauh dari pengawasan karena selain jarak lokasi, medan perjalanan pun sulit ditempuh, terlebih saat hujan karena jalanan masih berupa tanah merah. 

SDN 27 Pesak

SDN 27 Pesak terletak di Desa Pawis Hilir, Kec. Jelimpo. Sekolah ini hanya memiliki 3 ruang kelas dan 1 ruang guru, dan tanpa ruang perpustakaan. Kondisi sekolah ini sedikit lebih baik daripada SDN 25 Mimpin, ruang kelas diberi sekat seadanya sehingga siswa masih bisa belajar tanpa harus digabung. Ada sebanyak 75 siswa (L=32, p=43) dan 6 orang guru di sini.

“Saya dan teman-teman rajin ke sekolah karena kami bisa bermain sama-sama. Tapi saat belajar, kami terganggu. adik kelas kami sering berisik." kata Gloria (11 thn)

 

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tahun 2017, kemampuan membaca anak-anak di 2 sekolah ini masih rendah. Hasil ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti  guru-guru masih menggunakan metode pembelajaran konservatif. Selain itu, kondisi insfrastruktur sekolah yang tidak layak membuat sekolah menjadi jauh dari kata bersih, nyaman, dan aman bagi peserta didik. Guru-guru pun mengaku bahwa kondisi ini mempengaruhi minat belajar anak-anak dan semangat mengajar guru.

Donasikan hadiah Anda melalui BCA 478-3019445 an Yayasan Wahana Visi Indonesia. Tambahkan kode angka 6 dibelakang nominal. Contoh : Rp50.006,-

Total kebutuhan dana: Rp456.000.000,-