BERITA & CERITA

30 Tahun Konvensi Hak Anak, PBB Dengarkan Suara Anak Indonesia

25 Nov 2019

Peserta anak acara 30 Tahun Konvensi Hak Anak berfoto bersama Mikiko Otani.

Mikiko Otani, perwakilan Komite Hak Anak PBB datang ke Jakarta 24 November 2019 dan bertemu dengan perwakilan anak dari berbagai daerah Indonesia dari Sumatera hingga Papua. Kali ini bersama dengan Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA), Koalisi Nasional NGO Pemantau Hak Anak yang terdiri dari Save the Children, Terre des Hommes Netherlands, Plan International, Child Funds dan Wahana Visi Indonesia, anak-anak melakukan konsultasi di daerahnya dan memilih wakil anak untuk mewakili daerahnya menyuarakan berbagai isu terkait hak anak di wilayah mereka.

Pulihan anak membagi diri mereka menjadi 13 kelompok berdasarkan isu yang diangkat. Iftia dan Afif misalnya, dua remaja asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ini menyuarakan suara mereka terkait hak-hak anak dalam pengungsian.

“Kami di sini membawa isu tentang anak dalam situasi bencana. Kalau di daerah kami, sampai saat ini masih banyak anak yang tinggal di tenda pengungsian karena belum terima bantuan. Kami berharap pemerintah membantu kami dengan huntara (hunian antara) supaya kami punya rumah yang layak,” ujar Iftia (15).

Tak hanya hak anak dalam situasi bencana, sejumlah anak lainnya dari wilayah Papua, Sumba Timur, Kupang, Kubu Raya, dan Jakarta juga turut hadir dalam acara tersebut dengan membawa isu masing-masing seperti kekerasan terhadap anak, pernikahan dini, perundungan dan lain sebagainya. Turut hadir kuga perwakilan anak disabilitas yang menyuarakan kesetaraan hak bagi anak-anak disabilitas.

Mikiko Otani menyambut baik seluruh pendapat yang disampaikan perwakilan anak tersebut.

“Menurut saya, anak-anak ini sangat berani menyuarakan hak dan pendapat mereka. Semoga kami bisa terus mengadvokasi dan bekerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkan aspirasi mereka,” ujar Mikiko usai bertemu dengan anak-anak.

Konvensi Hak Anak secara resmi diadopsi oleh PBB pada 20 November 1989. Konvensi ini mengatur hal-hal yang harus dilakukan oleh negara agar setiap anak bisa bertumbuh sesehat mungkin, bersekolah, mendapat perlindungan, didengar pendapatnya dan diperlakukan dengan adil. Tahun ini Konvensi Hak Anak berusia 30 tahun. Dengan usia yang matang ini, pemerintah di seluruh negara termasuk Indonesia diharapkan bisa mewujudkan hak-hak anak.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

 

Artikel ini dibuat guna mendukung peringatan Konvensi Hak Anak yang dilakukan pada 30 tahun lalu. Tiga puluh tahun sejak ditandatanganinya Konvensi Hak Anak tersebut, penting bagi masyarakat, lembaga, pemerintah, pemuka agama dan perorangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai bersama, untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak-hak mereka seperti yang telah dijanjikan.

Artikel Terkait

14 Nov 2019

Saya Belajar Berpartisipasi di Forum Anak Desa

Saya Belajar Berpartisipasi di Forum Anak Desa

Menjadi anggota forum anak desa membuat Alan bukanlah seperti Alan yang dahulu. Keikutsertaannya…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube