BERITA & CERITA

Air Terjun Kini Mengalir ke Rumah

11 Sep 2019

Zulfikar, warga Desa Wombo Kalonggo, sedang mengikuti kegiatan perpipaan di desanya.

#SatuHatiUntukSulteng - Kekeringan bukanlah sesuatu yang baru bagi warga Desa Wombo Kalonggo, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Hampir setiap musim kemarau, warga kesulitan mendapat air bersih karena sungai terdekat sebagai satu-satunya sumber air selalu kering. Penderitaan warga semakin bertambah setelah gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 lalu. Warga hanya mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari. Pengalaman yang sama terus berlanjut bahkan ketika sebagian warga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.

“Waktu itu, saya tidak tahu kemana lagi mencari air bersih setelah kami kembali ke rumah. Kondisi kami masih susah dan sungai masih kering,” cerita Zulfikar (33) salah satu warga desa yang tinggal bersama istri dan satu orang anaknya yang masih balita, mengisahkan betapa susahnya mencari air.

Keraguannya tersebut perlahan sirna setelah Wahana Visi Indonesia (WVI) mulai melanjutkan kegiatan respons gempa bumi dan tsunami di wilayahnya dengan membangun sistem perpipaan dan penampungan air di Desa Wombo Kalonggo.

Salah satu proses pembuatan intake di lokasi air terjun.

Bukan sebuah pekerjaan yang mudah untuk mencari sumber air di Desa Wombo Kalonggo karena satu-satunya sumber air adalah air terjun di atas bukit yang terletak sekitar dua kilometer lebih dari pusat desa mereka. Meski jauh, warga Desa Wombo Kalonggo tetap bahu membahu membangun intake atau lubang asupan air, sistem perpipaan dan bak penampungan air di wilayah mereka dengan semangat. Zulfikar adalah salah seorang warga yang juga terlibat dalam proses tersebut.

“Hari ini kami sedang mengerjakan pembangunan bak penampungan air atau reservoir di atas bukit. Dari sini, air bersih akan dialirkan ke rumah-rumah warga,” kata Zulfikar.

Pekerjaan pembangunan intake, perpipaan dan bak penampung air ini melibatkan 70 orang warga desa yang bekerja dengan sistem padat karya. Melalui intake, perpipaan, dan bak penampung air, air yang berasal dari mata air terjun bisa menjadi sumber air baru bagi warga. Dengan target kerja dua minggu, mereka berharap bak penampung air yang baru sudah terisi dan bisa menyediakan air bagi ribuan warga desa.

“Kami berharap dengan adanya sistem perpipaan dan bak penampung air, 1.200 warga desa di sini bisa mendapat air bersih,” lanjutnya.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil, begitu pula kerja keras yang dilakukan warga. Air mulai mengalir ke bak penampungan air, bahkan jumlah debit airnya lebih dari perkiraan mereka.

 “Sebelum air keluar, kami hanya memperkirakan debit air sebanyak 3 liter per detik tapi ternyata bisa lebih hingga 5-6 liter per detik. Karena sumber air yang banyak, kami berencana membentuk komite air untuk mengelola air. Mudah-mudahan selanjutnya air bisa mengairi lahan pertanian kami,” lanjut Zulfikar.

Pria yang memiliki satu orang anak ini tidak berharap banyak di awal proses karena mendapat sumber air dekat rumahnya adalah sebuah hal yang mustahil. Namun setelah air sampai ke rumahnya, Zulfikar merasa sangat senang sekali.

“Terima kasih tak terhingga dari Desa Wombo Kalonggo kepada WVI dan juga OFDA (The Office of U.S. Foreign Disaster Assistance) yang telah membantu kami. Semua ini bisa berjalan setelah melalui proses panjang. Air inilah yang akan jadi kekuatan kami. Sumber air so (sudah) dekat,” tutup Zulfikar dengan gembira.

Hingga saat ini, 6 sistem perpipaan yang sudah dibangun oleh WVI dan OFDA telah memberi manfaat bagi 2.965 warga Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Dengan sistem perpipaan ini, warga terutama anak-anak bisa memiliki akses yang lebih mudah terhadap air bersih.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

10 Sep 2019

WVI Dorong Pemda Sulteng Berkomitmen untuk Perda Pencegahan Perkawinan Anak

 WVI Dorong Pemda Sulteng Berkomitmen untuk Perda Pencegahan Perkawinan Anak

Isu perkawinan anak sempat merebak belakangan ini setelah beberapa media mengangkat isu tersebut.…

04 Sep 2019

Ada Hikmah di Balik Musibah

Ada Hikmah di Balik Musibah

#SatuHatiUntukSulteng - Budiono (49) adalah seorang petani dengan keterbatasan fisik. Ia…

29 Aug 2019

Mengedukasi Ibu Balita Lewat Pita

Mengedukasi Ibu Balita Lewat Pita

Herdawati merupakan seorang kader posyandu melati 2, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah yang…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube