BERITA & CERITA

Aksi Seru di Posyandu Baru

06 Aug 2018

Gedung baru Posyandu Dusun Nirangkliung. Tampak beberapa alat bermain edukatif tersedia di samping gedung. Gedung ini juga difungsikan menjadi gedung PAUD.

Kostodia Heri, Kader Posyandu Dusun Nirangkliung, Desa Nirangkliung, Kabupaten Sikka  atau biasa disapa dengan Mama Kosto, tampak sigap mengatur ruang penimbangan. Tangannya yang cekatan mengatur bangku kayu, kursi dan meja dengan rapi.

“Mari, silahkan masuk. Maaf, kami baru mulai siap untuk kegiatan sebentar,” ujarnya.

Bersama beberapa rekan kader, Mama Kosto sedang bersiap menyelenggarakan kegiatan posyandu di pagi itu.

Posyandu Nirangkliung menjadi satu dari dua posyandu yang telah dibangun permanen oleh Pemerintah Desa Nirangkliung, dan posyandu ini baru dibangun pada 2017 lalu. Penampilannnya saat ini sangat berbeda dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

“Aduh pak, jangan tanya lagi tentang posyandu kami waktu itu. Dulu, dinding posyandu ini pakai pelupuh, lantai tanah, daun pintu dan jendela tidak ada, kursi-meja apalagi, tidak ada semuanya. Kalau ibu-ibu datang timbang, mereka duduk di tanah. Kami dulu sengsara sekali pak,” ujar Mama Kosto.

Tak hanya Kosto, menurut Rosina Lusiana Sona, Fasilitator Desa Nirangkliung, pernah ada upaya para kader untuk memindahkan tempat kegiatan posyandu ke rumah kader agar terlihat lebih nyaman bagi peserta. Namun itu berlangsung tidak lebih setahun. Kondisi serba kurang ini kemudian terungkap di akhir tahun 2015, saat Program Suara dan Aksi Warga Negara hadir di Desa Nirangkliung.

“Kami mulai ikut serta dalam Program Suara dan Aksi Warga Negara ini di tahun 2015. Saat itu, kami mulai ajak masyarakat untuk omong apa saja kendala yang mereka alami di bidang KIA,” kata Rosina.

Mama Sona, sapaan akrab fasilitator ini, menerangkan upaya dia dan tiga fasilitator desa lainnya untuk mendorong warga desa menyampaikan kekurangan yang mereka rasakan, mulai dari bidang pembangunan fisik, sampai ke sumber daya manusianya. Kondisi Posyandu Nirangklung menjadi salah satu topik pembahasan dengan warga saat itu.

Keterlibatan para fasilitator desa yang gigih mengajak warga untuk bersuara tentang kondisi layanan kesehatan di desa mereka ini berbuah hasil. Pada Pertemuan Pemantauan Standar yang diselenggarakan di kantor Desa Nirangkliung tahun 2016 silam, Mama Kosto dan rekan-rekan kader Posyandu Nirangkliung sepakat untuk meminta pemerintah desa membangun gedung Posyandu Nirangkliung secara permanen.

“Kami omong waktu itu, Bapa Desa, tolong bangun kasih kami posyandu yang permanen. Kalau Bapa Desa mau anak-anak generasi penerus desa ini tumbuh sehat, maka dukung kami dengan adakan gedung posyandu yang bagus, yang permanen. Kami sudah menderita dengan kondisi posyandu yang ada,” kenang Mama Kosto. 

Tuntutan Mama Kosto dan para kader akan gedung posyandu yang permanen terwujud pada tahun 2017. Pemerintah Desa Nirangkliung menganggarkan dana desa untuk pembangunan gedung Posyandu Nirangkliung.

“Pemerintah Desa ini mengalokasikan dana sebesar lima puluh juta untuk pembangunan gedung Posyandu Nirangkliung. Untuk pembebasan lokasi tidak ada masalah karena itu sudah dilakukan oleh warga secara swadaya. Sekarang, di tahun 2018 ini, kami tambahkan lagi dana sebesar tujuh juta lima ratus ribu untuk finishing-nya,” jelas Gonia Yanti, Sekretaris Desa Nirangkliung.

Pada paruh tahun 2017, kegiatan pembangunan gedung Posyandu Nirangkliung dimulai. Selain para tukang, warga dusun pun turut berpartisipasi dalam pembangunan itu. Gotong royong menjadi roh penyemangat mereka kala itu.

“Kami semua tidak tinggal diam. Kami juga bantu kerja. Mulai dari angkat batu, angkat air, sampai bantu campur semen. Kami kerja rame-rame. Kami mau bangunan ini cepat selesai supaya kami bisa pakai secepatnya,” tambah Kosto lagi.

Kini gedung posyandu permanen nan layak, impian warga dusun Nirangkliung kokoh berdiri. Selain sebagai tempat kegiatan posyandu, bangunan ini juga dimanfaatkan menjadi Pos PAUD. Berbagai kegiatan warga seperti rapat dusun juga dilakukan di sana.

“Pokoknya, dengan gedung baru ini, kegiatan yang kami buat makin banyak, makin seru. Apalagi tahun ini ada tambahan pengadaaan APE luar dan dalam. Kami senang sekali,” lanjutnya sambil tertawa gembira.

Kehadiran gedung posyandu baru ini telah mengobati kerinduan warga Dusun Nirangkliung akan ketersediaan fasilitas kesehatan tingkat akar rumput yang memadai dan manusiawi.

Ditulis oleh : Mordekhai Lalong, GPSA Staff of Sikka Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

26 Sep 2018

Orang Tua Punya Usaha, Anak Bahagia

Orang Tua Punya Usaha, Anak Bahagia

Kuanfatu, salah satu desa layanan Wahana Visi Indonesia (WVI) yang terletak 43 km…

21 Sep 2018

Satu Hati Ciptakan Indonesia Bebas Stunting

Satu Hati Ciptakan Indonesia Bebas Stunting

Mengatasi stunting (tinggi badan lebih rendah dibanding standar usia) masih menjadi salah satu…

05 Sep 2018

#BeraniMimpi3 Seandainya Air Jadi Lebih Dekat

#BeraniMimpi3 Seandainya Air Jadi Lebih Dekat

#BeraniMimpi3 - Kehidupan mulai menggeliat di Desa Wolomotong, Kabupaten Sikka, Provinsi…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube