BERITA & CERITA

Aktivitas Baru Kami yang Menyenangkan

10 Jul 2019

Salah satu aktivitas yang dilakukan di dalam Taman Baca Masyarakat

Eka (11) merupakan salah satu perwakilan anak Wahana Visi Indonesia (WVI) di desanya. Sejak kecil hingga duduk di kelas 5 sekolah dasar, Eka dan teman-temannya menjalani kebersamaan hanya saat berada di sekolah. Setelah itu mereka hanya bisa menikmati kebersamaan dengan orang tua masing-masing di rumahnya sepulang sekolah.  

Mereka juga hanya tahu aktivitas membuka buku, membaca, dan menulis saat berada di ruangan kelas. Itulah rutinitas monoton yang dijalani semua anak desa dari waktu ke waktu.

Tahun 2019 telah mengukir sebuah cerita baru bagi anak-anak di desa tempat Eka dan teman-temannya menjalani kebersamaannya. Tahun ini, pemerintah desa dan beberapa tokoh masyarakat WVI di Manggarai Barat menggagas sebuah pergerakkan baru yaitu membangun kesadaran minat baca bagi masyarakat.

Program ini kemudian diimplementasikan melalui program Taman Baca Masyarakat (TBM) yang terpusat di 3 dusun yang ada di desa ini. Dampak dari program ini sangat menyentuh kebutuhan dasar anak-anak usia sekolah.

Eka menuturkan "Saya dan teman-teman di dusun kami ini senang ikut kegiatan Taman Baca Masyarakat karena kami bisa belajar membaca buku cerita, kitab suci, belajar membuat pantun, puisi, menari, bermain peran dan drama sesuai cerita kitab suci dan cerita yang kami baca di buku-buku".

Kegiatan ini tentunya sangat membantu anak-anak dalam mengembangkan minat membaca dan kreativitas mereka. Bahkan menurut Eka, dengan aktivitas TBM, kini dirinya bisa berkumpul bersama teman-teman setiap sore hari untuk sekadar bercerita tentang buku-buku yang sudah dibaca.

TBM dilaksanakan dengan bantuan seorang pendamping anak bernama Kristafora Fatima (23), yang kerap disapa Rita. Rita mendapatkan insentif dari pemerintah atas pekerjaannya sebagai pendamping kelompok anak. Rita juga telah mendapatkan pelatihan dari WVI guna memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak yang terlibat dalam TBM.

"Selama mendampingi anak-anak di TBM ini, saya semakin hari semakin senang dan semangat karena bisa menemukan anak-anak dengan berbagai macam sifat dan karakter mereka masing-masing," jelas Rita.

Kegiatan TBM yang dilakukan Rita bersama anak-anak kerap dilakukan di dalam ataupun luar ruangan, seperti di rumah Fabianus Jebaru (52), seorang kader posyandu sekaligus tokoh masyarakat di desa tempat TBM terlaksana. Dengan fasilitas seadanya, Fabianus membuka pintu rumahnya bagi anak-anak yang ingin terlibat dalam kegiatan TBM.

Menurut Fabianus, tingkat minat membaca anak-anak di desanya masihlah tergolong rendah. Bahkan, anak-anak sekolah dasar pun belum bisa membaca dengan lancar.

"Hal inilah yang mengganggu saya selama ini. Jadi sekarang sudah ada pihak WVI yang bersedia membantu, maka saya sebagai orang tua sekaligus tokoh masyarakat di desa ini sangat senang. Karena itu saya siap menyediakan tempat di rumah saya untuk anak-anak bisa berkegiatan, dengan demikian program yang baik ini bisa dilakukan demi meningkatkan minat baca anak-anak di desa ini," cerita Fabianus dengan haru.

Kini anak-anak partisipan TBM dapat dengan mudah membaca aneka buku dengan adanya bantuan donasi buku dari WVI. Selanjutnya, bekerja sama dengan pemerintah desa, akan dilakukan penganggaran pengadaan buku dan fasilitas lainnya. Anggaran tersebut akan mulai dikucurkan pada 2020 mendatang.

 

Ditulis oleh: Ignas Yulianto, Koordinator CESP Area Program Manggarai Barat Wahana Visi Indonesia

 

 

 

Artikel Terkait

09 Aug 2019

Menghidupkan Tanah Gersang Sekolah

Menghidupkan Tanah Gersang Sekolah

Botol air mineral bekas yang berisi air terikat di tiap pohon yang tertanam…

25 Jul 2019

FOTO: WVI Sumba Timur Rayakan HAN 2019 dengan Kasih Sayang

FOTO: WVI Sumba Timur Rayakan HAN 2019 dengan Kasih Sayang

Sumba Timur merupakan kabupaten di NTT yang menerima pelaporan kasus kekerasan tertinggi terhadap…

26 Jun 2019

Memperpanjang Harapan dengan ‘Pos Gizi’

Memperpanjang Harapan dengan ‘Pos Gizi’

Stunting masih menjadi masalah yang serius sekaligus ‘seksi’ untuk diperbincangkan. Media massa pun…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube