BERITA & CERITA

Bahagia Itu Murah

06 Nov 2017

Yulistianus saat berkomentar dalam pelatihan 'Merayakan Bersama Keluarga'

“Bahagia itu ternyata murah!!” Demikian kesimpulan kelompok kami, berkumpul bersama keluarga yang utuh dan bahagia bila keluarga saling mendukung satu sama lainnya,” kata Yulistianus (40) salah satu Majelis Terpilih di sesi pembuka bertajuk “Harapan dan Mimpi untuk Keluargaku”.

Sesi tersebut merupakan bagian dari pelatihan “Merayakan Bersama Keluarga”. Pada sesi ini peserta diminta untuk berpikir dan menggambarkan tentang harapan dan impian mereka secara pribadi untuk keluarganya, apakah mereka memikirkan  sesuatu yang baru, atau ide apa yang keluar melalui pikiran mereka saat itu. Setelah merenungkan dan berefleksi mereka diminta untuk menuliskan sebuah doa atau pernyataan tentang  dedikasi  untuk   berkomitmen akan  harapan dan impian untuk keluarganya.

Kegiatan pelatihan bagi Majelis Terpilih GPIB Bethlehem Sui Ambawang ini merupakan tindak lanjut dari perencanaan yang dibuat ketika menyelesaikan kegiatan serupa di tingkat provinsi pada April 2017 silam. Setelah pemilihan majelis selesai dilaksanakan dan melalui koordinasi yang panjang, akhirnya pelaksanaan dapat direalisasikan.

Acara pelatihan ini turut didukung oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) Kantor Operasional Kubu Raya. Tim yang tergabung dalam acara ini terdiri dari Pdt. Gayle John Tarigan Mocholinug (KGBI Sui Ambawang), Pdt. Roro Diah Kusumawati, S.Si-Teol (GPIB Bethlehem Sui Ambawang), Pdt. Leonard Kolanna (GPDI Sui Ambawang), Eduard Togas (WVI Kubu Raya) dan Anatasia (WKRI Pontianak).

Acara yang berlangsung pada selama dua hari ini diselenggarakan di Rumah Retreat Wisma Immaculata-Pontianak. Sementara itu Majelis Terpilih yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 42 orang dari 59 orang jumlah keseluruhan Majelis Terpilih.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk menjadi perlengkapan bagi staf dan gereja mitra dalam mendukung orang tua dan pengasuh dalam mewujudkan kesejahteraan spiritual anak-anak. Kegiatan ini juga menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan sederhana yang memberikan ruang untuk refleksi diri dan pertumbuhan dalam diri.

Melalui acara ini, majelis gereja diharapkan dapat melayani jemaatnya di situasi keluarga modern. Tak hanya itu, majelis diharapkan juga dapat menjaga anak-anak, baik yang berada di lingkungan keluarga maupun gereja.

 

Ditulis oleh Eduard H. Togas, Wahana Visi Indonesia, Kantor Operasional Kubu Raya

Artikel Terkait

13 Dec 2018

Diseminasi Survei Pekerja Migran Indonesia

Diseminasi Survei Pekerja Migran Indonesia

Pengasuhan anak yang positif dapat terjadi dengan dukungan berbagai faktor. Dimulai dari perencanaan…

12 Dec 2018

Anak-Anak di Desa Ini 100% Telah Memiliki Akta Lahir

Anak-Anak di Desa Ini 100% Telah Memiliki Akta Lahir

Desa Du adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Sikka, NTT. Sebelum…

11 Dec 2018

Dukung Kampanye PKTA Dengan Mengikuti Forum Anak

Dukung Kampanye PKTA Dengan Mengikuti Forum Anak

“Sebelum bergabung di Forades, saya orangnya pemalu, manja dan egois, tapi setelah masuk…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube