BERITA & CERITA

Bekerja Demi Memberantas Gizi Kurang

10 Feb 2020

Nur saat melakukan aktivitas di posyandu

Fatnur, A.Md.Gz atau biasa dipanggil Nur adalah seorang staf gizi di Puskesmas Tawaeli, Sulawesi Tengah. Setiap bulannya Nur terus rajin turun langsung di posyandu-posyandu di Kelurahan Tawaeli dan Kelurahan Palu Utara untuk memantau perkembangan balita yang mengalami gizi kurang.

Sebelumnya ia pernah bekerja di Dinas Kesehatan Kota Palu sebagai penanggung jawab gizi. Saat itulah ia mengetahui bahwa banyak balita yang mengalami gizi kurang di daerah kelahirannya, Tawaeli, serta di wilayah lain di Palu Utara.  

Fenomena ini menjadi pemicu bagi Nur untuk terus memantau perkembangan balita dan terus memberikan edukasi kepada ibu balita di kedua wilayah tersebut. Hal ini bertujuan agar para orang tua bisa mengerti bagaimana cara memberikan gizi seimbang kepada anak-anak mereka, sekaligus mengurangi angka balita dengan gizi kurang.

Pada November 2019 lalu, Nur bersama tiga orang tenaga kesehatan lainnya dari Tawaeli mengikuti Pelatihan Analisis Data mPosyandu Bagi Tenaga Kesehatan, melalui proyek iREACH yang didukung oleh Pemerintah Australia dan diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia. Nur dibekali cara-cara menggunakan aplikasi posyandu digital serta menganalisa data-data balita yang telah dimasukkan oleh para kader posyandu.

Menurut Nur kegiatan ini sangat membantu dalam memonitoring balita yang mengalami gizi kurang yang datang ke posyandu. Melalui pelatihan tersebut, ia menjadi lebih percaya diri saat bertugas melayani masyarakat.

“Saya merasa sangat terbantu dalam menjalankan tugas saya. Saya juga bisa mengetahui status gizi semua balita di posyandu,” jelasnya semringah saat ditemui tim proyek iREACH selagi bertugas.

Berbekalkan pengetahuan baru tersebut, Nur menjadi bersemangat untuk terus melayani bayi dan balita dengan angka gizi yang kurang. Menurutnya, dengan menggunakan aplikasi mPosyandu, kini ia dapat dengan mudah mendeteksi balita yang mengalami gizi kurang dan lebih gampang saat melakukan penanganan pada bayi dan balita dengan kondisi tersebut.

 

Ditulis Oleh: Tian, Staf Proyek iREACH Wahana Visi Indonesia

 

Artikel Terkait

09 Jan 2020

Panen Raya Jagung di Sigi

Panen Raya Jagung di Sigi

Berdasarkan data sekunder, produksi jagung setiap tahunnya hanya berkisar 4 ton/Ha saja. Oleh…

11 Oct 2019

Menerima Banyak Ilmu dengan Bermitra

Menerima Banyak Ilmu dengan Bermitra

Theresia Oktavini, biasa disapa Vini, adalah salah satu tenaga kesehatan di Pusksemas Pantoloan…

23 Sep 2019

Pahlawan Masyarakat Wana

Pahlawan Masyarakat Wana

Yolfianti Rassa (38) atau yang sering disapa ‘Ibu Letnan’ merupakan salah satu kader…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube