DARI LAPANGAN

Berdaya Bersama untuk Anak Asmat

09 Feb 2018

Seorang staf Wahana Visi Indonesia melakukan sosialisasi Pemberian Makan Bayi dan Anak kepada ibu-ibu di Asmat.

72 anak meninggal dunia karena gizi buruk dan campak yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua. Dengan kondisi geografis Kabupaten Asmat yang terletak di pedalaman Provinsi Papua dan susahnya akses transportasi, tentu sulit bagi masyarakat Asmat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang memadai. Dengan segala keterbatasan, masyarakat Asmat terutama orangtua harus mampu berdaya sendiri dan saling bekerja sama dengan sumber daya yang ada untuk mewujudkan kesehatan anak Asmat.

Wahana Visi Indonesia (WVI) yang telah melakukan tanggap darurat di Asmat sejak bulan Januari 2018 memandang hal ini sebagai sebuah potensi. Meski status Kejadian Luar Biasa (KLB) sudah berakhir namun tidak memungkiri kejadian serupa bisa terulang lagi jika masyarakat belum memiliki edukasi yang baik terhadap kesehatan.

Untuk mencegah kejadian tersebut terulang kembali, WVI melalui tim tanggap darurat melakukan promosi gizi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak dengan konteks lokal. Sosialisasi ini diikuti oleh 34 ibu balita di Kampung Kaye, Syuru dan Aswet di Distrik Agats. Selain promosi gizi, WVI juga mengadakan kegiatan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang diikuti oleh 347 orang anak di wilayah yang sama. Dalam kegiatan ini, anak-anak belajar untuk mencuci tangan sebelum makan.

“Bintang satu: singkong, nasi, jagung. Bintang dua: buah dan sayuran. Bintang tiga: kacang-kacangan. Bintang empat: daging, telur, dan ikan,” demikian bunyi lagu  yang dinyanyikan oleh ibu-ibu balita saat mengikuti sosialisasi Pemberian Makan Bayi dan Anak dengan nada Bintang Kecil.  Dengan media lagu ini, ibu-ibu di Distrik Agats diharapkan bisa memiliki pengetahuan dasar dalam memberi makanan bayi dan anak mereka.

Selain itu, WVI juga melakukan sosialisasi tentang aplikasi berbasis Android: Open Data Kit dan Commcare untuk memantau status kesehatan anak. Sosialisasi ini diikuti oleh relawan Keuskupan Agats. Salah satunya adalah Suster Stanish (49)

“Saya belajar aplikasi ini supaya bisa memantau status kesehatan anak,” ujar Suster Stanish.

Hingga kini WVI terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak supaya semua pihak saling bekerja sama membangun kemitraan untuk mewujudkan anak Asmat yang sehat.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

13 Feb 2018

Data Status Gizi Anak Asmat dengan Aplikasi Telepon Pintar

Data Status Gizi Anak Asmat dengan Aplikasi Telepon Pintar

Upaya Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk berkontribusi pada peningkatan status gizi anak di…

06 Feb 2018

Akhirnya Saya Tahu Lalat Bisa Buat Orang Sakit

Akhirnya Saya Tahu Lalat Bisa Buat Orang Sakit

Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk terjadi di Kabupaten Asmat, Papua…

02 Feb 2018

Sosialisasi Kesehatan dan ASI Eksklusif di Distrik Terpencil di Asmat

Sosialisasi Kesehatan dan ASI Eksklusif di Distrik Terpencil di Asmat

71 anak meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube