BERITA & CERITA

Berkat Paulina, 87 Anak Pedalaman Asmat Mendapat Makanan Bergizi

06 Feb 2019

Paulina adalah salah seorang kader posyandu di Kampung Damen.

Hujan mengguyur Kampung Damen, sebuah kampung terpencil di wilayah Asmat, Papua. Untuk menjangkau kampung ini, perlu sekitar dua jam menggunakan perahu kecil dari Agats, ibukota Kabupaten Asmat. Letak geografis kampung yang berada di antara sungai panjang dan rawa membuat Kampung Damen sering diguyur hujan. Meski demikan, semangat ibu-ibu hamil untuk datang ke posyandu tak surut karena hujan. Di tengah ibu-ibu hamil tersebut, Paulina (24) mulai melakukan pekerjaannya. Dengan saksama  mengukur lingkar lengan ibu hamil dan menimbang badannya. Paulina adalah kader Posyandu di Kampung Damen.

“Setiap bulan, saya membantu perawat melayani penimbangan ibu hamil, memberi makan bayi dan anak serta membantu memasak makanan tambahan,” ujar Paulina.

Paulina yang berasal dari Distrik Pantai Kasuari sempat bercita-cita menjadi seorang perawat. Namun keterbatasan ekonomi membuat Paulina terpaksa menangguhkan impiannya. Paulina mengaku bersyukur dengan kehadiran Wahana Visi Indonesia (WVI) di Kampung Damen karena ia bisa merealisasikan keinginannya untuk membantu banyak orang. Ia juga mengaku mendapat banyak ilmu baru dengan menjadi kader.

“Saya belajar memasak, belajar memberi makan bayi dan anak, cara menimbang ibu hamil dan tahu cara memasak makanan untuk ibu hamil dan balita,” cerita Paulina.

Berdasarkan pengalaman Paulina, pada awal tahun 2018 lalu banyak sekali anak-anak dengan kondisi gizi buruk. Peristiwa ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) karena akhirnya 73 anak meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk di seluruh Kabupaten Asmat.

“Menurut saya, anak-anak penderita gizi buruk di Kampung Damen ini kurang perhatian dari orang tua sehingga mereka kurang makan. Kebanyakan memang hanya makan sekali sehari. Orang tua juga kurang pengertian cara memberi makan anak,” lanjut wanita yang menikah sejak empat tahun lalu.

Kejadian ini mendorong Paulina untuk gencar melakukan sosialisasi kepada orang tua dan ibu-ibu hamil supaya lebih memperhatikan kesehatan anaknya saat mereka mengunjugi posyandu. Upaya yang dilakukan oleh Paulina ternyata berbuah manis. Kini, jumlah ibu hamil yang pergi ke posyandu dan anak-anak yang mendapat makanan tambahan semakin meningkat.

“Jumlah anak-anak dan ibu hamil yang dibawa datang ke posyandu kini bertambah. Dulu tidak sampai 30 anak tapi kemarin akhirnya 87 anak mendapat makanan tambahan karena orang tua mereka bawa ke posyandu,” tutupnya.

Pelatihan kader merupakan salah satu program  Asmat Sehat yang dilakukan WVI di Asmat dalam rangka merespons KLB campak dan gizi buruk di Asmat pada tahun 2018 lalu. Selain melatih kader, WVI juga mendorong sosialisasi penggunaan air bersih, cuci tangan menggunakan sabun serta pembangunan jamban sederhana di rumah. Segala upaya tersebut diharapkan dapat menolong masyarakat terutama anak-anak Asmat untuk bisa hidup lebih sehat.


Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

16 Apr 2019

Semangat yang Tak Pernah Patah

Semangat yang Tak Pernah Patah

#PeduliSentani – Telah lebih dari 3 minggu tinggal di posko evakuasi pasca bencana, tidak…

11 Apr 2019

Tahunan Tak Miliki Tempat Tetap, Bangunan PAUD Holistik Integratif Efata Akhirnya Diresmikan

Tahunan Tak Miliki Tempat Tetap, Bangunan PAUD Holistik Integratif Efata Akhirnya Diresmikan

Sebuah lagu dan tarian dari puluhan anak-anak siswa PAUD Efata terdengar merdu dan…

08 Apr 2019

Mengenal Baik dan Buruknya Makanan di Posko Pengungsian

Mengenal Baik dan Buruknya Makanan di Posko Pengungsian

#PeduliSentani - Matahari bersinar terik hari itu. Namun, panas terik matahari…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube