BERITA & CERITA

Bukan Sekadar Kader Biasa, Ini Kisah Yustina

04 Jun 2019

Masyarakat saat melakukan cuci tangan pakai sabun bersama para kader dan fasilitator STBM

Yustina Dimur, warga Desa Ponto Ara, Manggarai, NTT sudah mengabdikan dirinya sebagai kader posyandu selama tujuh tahun. Dirinya sangat menekuni profesi ini bahkan disaat usianya sudah menginjak 45 tahun.

Yustina tak kenal lelah. Ia sangat mengharapkan anak-anak di dusunnya memiliki gizi yang baik, tumbuh tanpa stunting dan didukung oleh lingkungan yang sehat.

Namun, pada kenyataannya di Dusun Lale Lombong tempatnya mengabdi, masih banyak keluarga yang tidak mempunyai jamban. Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) menjadi hal yang biasa dilakukan orang dewasa termasuk anak-anak.

Tak jarang juga banyak anak yang mengalami cacingan akibat melakukan BABS. Selain itu banyak anak-anak terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) karena tidak dibiasakan untuk melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Hal ini pun menjadi lengkap ketika dusun tempat Yustina berkarya menjadi dusun dengan perilaku BABS yang tinggi dibandingkan dusun lain di Desa Ponto Ara. 

Berdasarkan hasil Pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerjasama dengan Puskesmas Wae Nakeng dan pemerintah desa serta Kecamatan Lembor di dusunnya pada Agustus 2018 lalu, masih ada 23 keluarga yang belum memiliki jamban di dusun lale lombong. Hal ini turut membuat Yustina berkecil hati.

“Sebagai kader, saya dan teman-teman kader merasa sangat malu dengan kenyataan ini. Kami menjadi sorotan se-Kecamatan Lembor. Beban itu bertambah besar ketika WVI menargetkan Dusun Lale Lombong menjadikan dusun menuju desa bebas buang air besar sembarangan. Meski demikian, itu tidak menjadi beban bagi warga Dusun Lale Lombong. Justru itu memotivasi kami agar semua warga yang belum punya Jamban terpicu untuk segera membuat jamban,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, “Ketika ada undangan dari WVI untuk mengikuti pelatihan fasilitator STBM pada bulan februari 2019, saya langsung mengajukan diri untuk ikut pelatihan tersebut. Ini adalah kesempatan untuk belajar banyak tentang STBM,” jelasnya lagi.

Menurutnya, pada program STBM terdapat lima pilar yang sangat penting antara lain; pilar 1 Stop BABS, pilar 2 Cuci Tangan Pakai Sabun, pilar 3 Pengolahan Air minum dan Makanan, pilar 4 Pengamanan Sampah Rumah Tangga dan pilar 5 Pengamanan Air Limbah Rumah Tangga. Sayangnya, Dusun Lale Lombong belum melaksanakan kelima pilar tersebut karena masih kurangnya pemahaman masyarakat dan rendahnya kapasitas para kader.

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih karena pada saat pelatihan saya diberi kesempatan untuk memfasilitasi praktik cuci tangan pakai sabun. Dan ini adalah pengalaman pertama saya bisa menjadi fasilitator STBM. Hal baik ini akan terus kami lakukan. Lembaga ini menunjukan keseriusannya mendampingi kami dan serius peduli terhadap kesehatan anak-anak kami,” tambah Yustina.

Bagi Yustina, menerima pelatihan dan terlibat sebagai seorang fasilitator justru masih menjadi awal perjuangan. Meskipun hal ini adalah baru baginya, Yustina tidak menganggap hal ini sebagai bebam.

“Kami bertekad bersama-sama dengan pemerintah desa dan mitra-mitra dapat bekerjasama menuju daerah bebas BABS, sehingga tidak ada lagi keluarga yang tidak punya jamban, anak-anak tidak BABS dan perilaku CTPS menjadi kebiasaan,” pungkasnya.

 

Ditulis oleh: staf Area Program Manggarai Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

10 Jul 2019

Aktivitas Baru Kami yang Menyenangkan

Aktivitas Baru Kami yang Menyenangkan

Eka (11) merupakan salah satu perwakilan anak Wahana Visi Indonesia (WVI) di desanya.…

26 Apr 2019

Forum Anak Donggala Berbagi Ilmu Cuci Tangan Pakai Sabun

Forum Anak Donggala Berbagi Ilmu Cuci Tangan Pakai Sabun

Meski cuaca sangat panas sore itu, anak-anak tetap bersemangat berkumpul di aula sebuah…

08 Mar 2019

Wanita Kuat dari Asmat Ini Bangun Jamban Sendiri Demi Anak Cucu Sehat

Wanita Kuat dari Asmat Ini Bangun Jamban Sendiri Demi Anak Cucu Sehat

Wanita kuat ini bernama Mama Pia (39), ibu rumah tangga dari Kampung Damen,…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube