BERITA & CERITA

Demi Mewujudkan Anak Surabaya Bergizi Baik

03 Jun 2019

Ibu Intan saat memberikan pelatihan terkait nutrisi anak kepada para kader posyandu di Surabaya

Bersama dengan Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB), Wahana Visi Indonesia Area Program (WVI AP) Surabaya menciptakan Baby Café Project yang dilakukan di Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Baby Café Project merupakan proyek yang ditujukan untuk meningkatkan status gizi anak-anak usia 6-24 bulan dengan menjual makanan pendamping ASI dengan harga terjangkau.

Selain YSKB, Puskesmas Bulak Banteng juga turut membantu terlaksananya proyek ini. Intan Permatasari, Amd.Gz, biasa dikenal sebagai Ibu Intan adalah salah satu ahli gizi di Puskesmas Bulak Banteng yang turut membantu berjalannya proyek ini.

Baby Café Project menjalankan kegiatan pertamanya pada Maret 2019 lalu dengan melakukan pelatihan untuk para kader posyandu. Ibu Intan menjadi salah satu narasumber yang sangat inspiratif, bersemangat dan berkontribusi aktif pada pelatihan ini.

Sebagai narasumber Ibu Intan mengajarkan praktik memasak makanan sehat kepada para kader posyandu. Pihak WVI menawarkan untuk membantu beliau membeli bahan makanan praktik. Namun, Ibu Intan mengatakan akan membelinya sendiri setelah pertemuan malam itu.

Keesokan harinya, tepatnya saat hari pertama pelatihan, Ibu Intan sekali lagi membuat kagum. Tidak hanya memberi pencerahan dan penyegaran materi PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) untuk para kader posyandu, beliau juga sudah mengolah bahan makanan praktik dengan cara menghaluskan dan mencincang halus bahan-bahan tersebut. Kompor dan peralatan masak juga dipersiapkan oleh beliau. Sejak awal hingga jadwal hari itu selesai, Ibu Intan dengan sabar dan semangat mengajarkan dan membagi ilmu kepada para kader.

Sudah lebih dari 1 tahun WVI AP Surabaya menjadikan Kelurahan Bulak Banteng sebagai wilayah dampingan. Sejak itu pulalah Ibu Intan bekerjasama dalam membantu kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area ini. 

Ibu Intan mengaku senang bisa terlibat dalam berbagai kegiatan Bersama WVI. Bahkan Baby Café Project merupakan salah satu kerinduannya.

Dulu pernah saya ada keinginan untuk berwirausaha menjual MPASI. Yang mendorong saya adalah karena melihat masyarakat yang suka membeli bubur instan, dan juga karena variasi makanan anak masih sangat kurang,” kata Intan menjelaskan motivasinya bergabung dalam Baby Cafe Project.

Meski keinginannya untuk berwirausaha belum tercapai, dirinya merasa bersyukur bisa menyalurkan keinginan tersebut bersama WVI.

Sangatlah menyenangkan hati dan membangkitkan semangat apabila kegiatan yang dilakukan oleh WVI dapat memberi manfaat bagi masyarakat, apalagi sampai sejalan dengan cita-cita mereka yang terlibat didalamnya.

Ibu Intan menjadi teladan yang sangat baik dan inspirasi yang luar biasa, tidak hanya bagi masyarakat yang didampingi dan dilayani, tetapi juga bagi WVI AP Surabaya yang merasa sangat bersyukur dan terhormat bisa bekerjasama dengan beliau.

 

Ditulis oleh: Arzelia Y, staf Area Program Surabaya Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

02 Aug 2019

Kami Orang Desa Tidak Boleh Minder

Kami Orang Desa Tidak Boleh Minder

#PekanASISedunia - Bidan Marcerina Anyen (26), biasa dipanggil Bidan Anyen, sangat…

24 Jul 2019

Tuberkulosis Tidak Mematahkan Semangat Anakku untuk Sehat

Tuberkulosis Tidak Mematahkan Semangat Anakku untuk Sehat

#PeduliSelatSunda - Program Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) adalah salah…

18 Jun 2019

Setitik Usaha Memberantas Masalah Gizi

Setitik Usaha Memberantas Masalah Gizi

April 2019 lalu, Wahana Visi Indonesia Area Program Timor Tengah Selatan (WVI AP…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube