BERITA & CERITA

Fokus Belajar, Fokus Menyusui

22 Aug 2019

Mama Ilan tidak pernah malu memberikan ASI kepada buah hatinya. Salah satunya ditunjukkannya saat pelaksanaan training bersama WVI

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk pertama kalinya melaksanakan pelatihan konseling PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) untuk kader di wilayah kerja Puskesmas Watukapu, Kabupaten Ngada pada Juni 2019.  Dari 15 kader yang terlibat, tampak seorang ibu yang dengan telaten selalu memberikan ASI kepada buah hatinya selama pelatihan berlangsung.

Ia adalah Liberta Natalia Nango, atau biasa disapa Mama Ilan. Mama Ilan merupakan salah satu peserta pelatihan yang memiliki anak berusia di bawah dua tahun. Selama pelatihan berlangsung, Mama Ilan membawa buah hatinya dan konsisten memberikan hak ASI kepada buah hatinya meskipun ia harus terlibat dalam diskusi dan pemaparan kelompok.  

Mengikuti pelatihan yang panjang dengan materi yang banyak sambil mengasuh anak tentunya menjadi tantangan besar bagi Mama Ilan. Namun, hal itu tidak mengurangi semangat Mama Ilan untuk belajar.

Dirinya tetap tekun mendengarkan paparan materi, terlibat aktif dalam diskusi kelompok, mempresentasikan hasil diskusi kelompok, dan mengikuti semua praktik di saat pelatihan. Ketika tiba saat anaknya mau menyusu, Mama Ilan menyusuinya dengan santai dan tenang, sambil tetap fokus mendengarkan paparan materi dan aktif ikut diskusi.

 

“Anak saya butuh minum, dan ini merupakan kebutuhannya. Saya tidak merasa terganggu untuk memberikan ASI meskipun saya sedang mengikuti kegiatan,” ujar Mama Ilan menjelaskan alasannya tetap menyusui selama pelatihan.

Baginya, ASI merupakan kebutuhan anak yang wajib diberikan guna menunjang kesehatan anak. ASI memiliki banyak manfaat dan nutrisi bagi setiap anak. 

Meski tampak percaya diri, Mama Ilan mengaku pernah merasa malu saat pertama kali menyusui di tempat umum.

“Tapi lama-lama saya cuek karena anak saya menangis. Anak saya butuh untuk minum. Kalau saya biarkan, anak saya akan menangis terus juga dan itu mengganggu orang-orang,” ungkapnya.

Kerja keras Mama Ilan selama pelatihan ternyata membuahkan hasil yang sangat baik. Mama Ilan menjadi peserta dengan kenaikan nilai tes tertinggi dan bahkan merupakan satu-satunya peserta yang bisa menjawab semua soal tes akhir dengan benar. Keterampilan konseling Mama Ilan juga dinilai baik oleh tim fasilitator dari Puskesmas Watukapu.

Mama Ilan membuktikan bahwa menyusui tetap bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja selama ada kemauan dan kesungguhan.
 

Ditulis oleh: C. Vita Aristyanita, BCC Specialist, Engelina Halim dan Maria Regina Boa, staf Area Program Ngada, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

13 Sep 2019

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

Pekan ASI Sedunia yang dirayakan pada minggu pertama bulan Agustus setiap tahunnya, merupakan…

06 Sep 2019

Anak Sikka Lakukan Karnaval Demi Bebas dari Kekerasan

Anak Sikka Lakukan Karnaval Demi Bebas dari Kekerasan

Bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus 2019 lalu, Wahana Visi Indonesia (WVI)…

02 Sep 2019

Optimis Menuju Desa Tanpa Budaya BAB Sembarangan

Optimis Menuju Desa Tanpa Budaya BAB Sembarangan

Sekretaris Desa Merapi Umar (49) adalah seorang yang sangat pro terhadap kehidupan anak…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube