BERITA & CERITA

Gempa Bumi Melenyapkan Boneka Kesayangan Olivia

09 Oct 2018

Tak ada lagi barang-barang berharga yang dimiliki Olivia. Boneka barbie kesayangannya pun lenyap akibat gempa bumi di Palu, Jumat 28, September 2018

#SatuHatiUntukSulteng - Sore itu, Olivia (10) sedang asyik menikmati aktivitasnya menonton pertandingan sepak bola di lapangan terbuka bersama teman dan keluarganya. Hati Olivia sangat senang. Namun, semua berubah sesaat ia menyadari bahwa tanah di sekitarnya bergerak.

Seketika semua orang berteriak. Bayi-bayi menangis. Ratusan orang berlari secepat mungkin.

“Semua orang berteriak ‘Gempa! Gempa! Hati-hati ada tsunami!’,” ujar Olivia menceritakan kisahnya siang itu.

Meskipun ia telah melihat semua orang berlari, Olivia hanya bisa terdiam tak bergerak, hingga akhirnya seseorang menarik tangannya dan mengajaknya berlari kencang. Ia baru menyadari bahwa orang itu adalah ayahnya.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi hingga saya sampai di atas bukit. Saya tiba di sana sekitar jam tujuh malam. Semua orang berlari ke bukit yang sama,” jelasnya.

Keesokan harinya, saat matahari sudah muncul,Olivia baru menyadari bahwa semua hal telah menghilang secara mendadak.

“Gempa telah menghancurkan semuany. Kata Bapak, rumah kami juga salah satunya,” tambahnya.

Pasca kejadian yang menimpanya tersebut, Olivia pun sadar bahwa ia kehilangan segalanya, termasuk tas, seragam sekolah, pakaian dan boneka kesayangannya, Barbie.

“Saya tidak punya lagi mainan. Boneka Barbie pun sudah hilang entah kemana,” Olivia bercerita.

Kejadian ini sangat membuat hatinya pilu. Belum lagi, saat ini Olivia hanya memiliki satu buah pakaian yang sedang dikenakannya. Syukurnya, banyak orang memberikan bantuan pakaian sehingga ia kini memiliki lebih dari satu pakaian.

“Meskipun agak kebesaran, tapi saya senang karena sekarang saya punya tiga pakaian,” tambahnya.

Olivia kini tinggal di salah satu posko evakuasi bersama ayah, ibu tiri dan beberapa orang keluarganya. Tenda adalah hal yang paling dibutuhkan Olivia saat ini.

Beberapa warga terdampak gempa dan tsunami di Palu kini mulai memberanikan diri kembali ke rumah asal mereka hanya untuk mencari pakaian dan beberapa dokumen penting.

Wahana Visi Indonesia (WVI) membantu anak-anak seperti Olivia dengan menyediakan Ruang Sahabat Anak (RSA). Dengan adanya RSA, WVI berharap dapat membantu untuk menciptakan kesempatan anak-anak untuk kembali tersenyum.

Olivia juga merupakan salah satu yang terlibat dalam aktivitas di RSA. Dengan aktivitas ini, Olivia dan beberapa anak lainnya bisa merasakan kesenangan pasca bencana.

“Saya senang bisa bermain dan bernyanyi bersama teman-teman di sini,” katanya dengan raut bahagia.

Meskipun barang-barang yang dimiliki Olivia telah hilang, tapi kebahagiaan anak-anak masih terpapar di wajah Olivia saat ia mengikuti RSA bersama WVI.

Saat ini WVI telah membuka setidaknya enam RSA di beberapa posko evakuasi. RSA merupakan salah satu bagian dari respons tanggap bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah oleh WVI.

Ditulis oleh: Rena Tanjung, Field Communication Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

10 Jun 2019

Sembuh karena Melayani

Sembuh karena Melayani

#SatuHatiUntukSulteng - Ketika gempa bermagnitudo 7,4 memicu terjadinya likuifaksi di Sulawesi Tengah, Ilmawati…

17 May 2019

Geliat Semangat Pascagempa 7.4 di Palu

Geliat Semangat Pascagempa 7.4 di Palu

#SatuHatiUntukSulteng - Nadine (7) tampak berseri-seri ketika menunjukkan papan nama usaha cuci motor…

13 May 2019

Sekarang Lebih Nyaman Berkegiatan di Ruang Sahabat Anak

Sekarang Lebih Nyaman Berkegiatan di Ruang Sahabat Anak

#SatuHatiUntukSulteng – Gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah juga dirasakan…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube