DARI LAPANGAN

Kabar Baik dari Ujung Negeri

06 Jun 2018

Marselina merasa senang dengan segala perubahan positif murid-murid di kelasnya.

Ruangan kelas Sekolah Dasar tersebut terlihat riuh dengan keriangan suara nyanyian anak-anak. Semua terdengar gembira. Marselina (42) tampak sumringah setelah mengajar anak-anak kelas 1 SD tersebut. Baginya, ini adalah sebuah perubahan besar yang terjadi di kelasnya.

“Saya senang sekali, karena anak-anak juga senang di kelas. Dulu suasana tidak begini, karena jarang sekali anak-anak datang ke kelas. Mungkin mereka takut,” kata Marselina membuka ceritanya.

Menurut Marselina, semua berubah drastis sejak Sekolah Ramah Anak diterapkan di sekolah mereka. Sekolah Ramah Anak, menurut UNICEF, adalah sekolah yang menjamin pengadaan lingkungan yang aman, situasi emosi yang tenteram dan terbuka terhadap psikologis anak. Semua ini sudah mulai diterapkan oleh Marselina di kelasnya

“Sekarang kalau datang ke kelas dan bertemu guru, biasanya anak-anak rajin memberi salam dan menaati peraturan,” ceritanya lagi, “Anak-anak mulai bisa membaca  dan berhitung. Semua lebih baik dari zaman dulu waktu.”

Menurut guru yang mengajar 26 murid di kelas  1 ini, ia mulai mengenal sistem pengajaran Sekolah Ramah Anak sejak tahun 2015 setelah Wahana Visi Indonesia (WVI) datang mendampingi sekolahnya. Perlahan namun pasti, ia mulai mengikuti setiap metode yang diajarkan dalam Sekolah Ramah Anak.

“Anak-anak tidak hanya pandai namun juga bisa menghargai lingkungan, mulai buang sampah di tempatnya dan ikut menjaga kebersihan kelas,” kata Marselina bangga.

Guru-guru pun terpicu untuk memacu semangat anak melalui kreativitas. Di kelasnya, Marselina membuat berbagai kartu huruf supaya anak-anak memiliki alat peraga untuk membaca sehingga mereka bisa selalu mengingat huruf yang mereka pelajari.

Lewat segala perubahan positif ini, Marselina berharap hal ini bisa dipertahankan oleh sekolah dan guru-guru lainnya. Menurutnya, semua untuk kepentingan murid-murid yang diajar.

“Sebagai guru, saya berharap bisa dipertahankan sehingga sekolah bisa terus berkembang ke depannya,” pungkasnya. 

Ditulis oleh: Rena Tanjung, Field Communication Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

16 Aug 2018

PAUD Tempatku Belajar

PAUD Tempatku Belajar

Honai Belajar Anak (HBA) telah dibangun di Desa Sapalek, Distrik Napua, Wamena, Provinsi…

09 Aug 2018

#ResponsGempaLombok Dukung Psikososial Warga Terdampak, WVI Ciptakan Ruang Sahabat Anak

#ResponsGempaLombok Dukung Psikososial Warga Terdampak, WVI Ciptakan Ruang Sahabat Anak

Lebih dari 131 orang meninggal dunia dan lebih dari 156.000 orang masih tinggal…

03 Aug 2018

#ResponsAsmat Toilet Mengubah Kebiasaan Emil

#ResponsAsmat Toilet Mengubah Kebiasaan Emil

#ResponsAsmat - Tangan kecil Emil (12) buru-buru merapikan dedaunan pohon kelapa…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube