BERITA & CERITA

Kader Posyandu Zaman ‘Now’

12 Feb 2019

(tengah) Anis sesaat setelah menerima penghargaan sebagai Kader Terbaik se-Kota Surabaya

Bukanlah hal yang mudah bagi Anis Soudia untuk mendapatkan penghargaan sebagai juara pertama Kader Terbaik se-Kota Surabaya. Ketekunan menjadi modal utama Anis untuk menjadi bagian dari sumber daya  masyarakat berkualitas, sesuai dengan misi Kota Surabaya, kota tempat ia mengabdi bagi masyarakat.

“Sebelum pemilihan kader teladan, saya sudah ikut beberapa lomba rangking satu se-kelurahan Tambakrejo, wilayah saya. Tapi saat itu saya tidak menjadi juara, dari sini saya termotivasi ingin belajar dan belajar. Suatu hari ada perlombaan Posyandu Kader Pintar yang diikuti oleh seluruh kader dampingan Wahana Visi Indonesia, Alhamdulilah saya juara satu dan direkomendasikan ikut lomba lagi, lomba Kader Teladan Kota Surabaya. Alhamdulilah lagi, saya menjadi juara satu di pemilihan tersebut,” ujar Anis menceritakan pengalamannya meraih penghargaan.

Anis bergerak sebagai kader yang melayani masyarakat di posyandu. Ia merasakan kepuasan tersendiri ketika bisa menyampaikan ilmu yang didapatkannya kepada para ibu hamil. Semangatnya untuk mengenalkan tentang Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemberian ASI ekslusif, MPASI dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) masih terus ada demi menciptakan kehidupan berkualitas bagi ibu dan anak.

“Saya bahagia dan senang karena saya bisa bermanfaat untuk orang lain. Biasanya ibu-ibu yang merasakan perubahan akan sampaikan ke saya baik ketika bertemu maupun melalui pesan (whatsapp)” lanjut Anis bersemangat.

Awalnya, Anis mengaku tidak mengerti cara bekerja dengan baik di posyandu. Dia bahkan tidak tahu perihal cara menimbang, mengukur panjang bayi ataupun mengisi Kartu Menuju Sehat (KMS). Namun, sejak dirinya mengenal Wahana Visi Indonesia (WVI), Anis mulai mengubah hal-hal yang kurang baik menjadi lebih baik.

“Saya kenal WVI dua tahun lalu. Sejak mengenal WVI banyak sekali hal-hal baru. Ilmu-ilmu baru yang saya terima. Sejak ada WVI, kita sebagai kader terbantu untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,” tambahnya.

Lewat mengubah cara kerjanya, Anis boleh berbangga hati. Ia kini telah merasakan perubahan signifikan yang terjadi pada masyarakat di wilayahnya. Setidaknya, masyarakat di sana sudah mengenal menu MPASI (Makanan Pendamping ASI) empat bintang.

Meski begitu, pekerjaan yang dilakukannya ini tak lepas dari tantangan, baik secara pribadi maupun kelompok. Ia seringkali kesulitan mengatur waktu pelatihan karena tetap harus melakukan tugasnya sebagai seorang ibu di rumah. Guna mengatasinya, Anis memberikan informasi apa yang ia lakukan sebagai kader posyandu kepada keluarganya, memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi, dan kembali mendampingi kegiatan posyandu.

Kegiatan pemilihan kader terbaik dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada tahun 2018 lalu. Hal ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan atas kiprah dan kerja keras kader posyandu sebagai penggerak dan promotor kesehatan di masyarakat. Setidaknya terdapat 132 kader dari 154 kelurahan se-Kota Surabaya yang terlibat dalam acara ini.

Ditulis oleh: Dominiria Hulu, MONEV Area Program Simokerto-Surabaya Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

03 Jun 2019

Demi Mewujudkan Anak Surabaya Bergizi Baik

Demi Mewujudkan Anak Surabaya Bergizi Baik

Bersama dengan Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB), Wahana Visi Indonesia Area Program (WVI…

27 Feb 2019

Melatih Anak Membuat Jadwal Kegiatannya Sendiri

Melatih Anak Membuat Jadwal Kegiatannya Sendiri

Melatih anak untuk bertindak disiplin dan bertanggung jawab bukanlah hal yang mudah bagi…

26 Nov 2018

Sehat Badanku, Bersih Lingkunganku

Sehat Badanku, Bersih Lingkunganku

"Ternyata memungut sampah bersama-sama itu menyenangkan ya," kata Fitri (11) sambil memasukkan sebuah…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube