BERITA & CERITA

Kami Bisa Mandiri

22 Nov 2019

Staf WVI saat berbincang dengan Rahima perihal program distribusi air yang dilakukan di Bukit Menderita

#GempaAmbon - Beberapa hari lalu, Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui tim respons tanggap darurat gempa Maluku kembali melakukan survei distribusi air ke beberapa posko evakuasi untuk mengetahui tanggapan masyarakat terkait berakhirnya masa distribusi air minum bersih di beberapa desa terdampak. Salah satu survei tersebut dilakukan di Bukit Menderita, Desa Negeri Liang.

Tim WVI menemui beberapa orang yang selama ini telah menerima bantuan air bersih dari WVI. Adalah Rahima Lessy, seorang ibu yang selama ini mengamati secara saksama apa yang dilakukan oleh WVI di tempat tinggal sementaranya tersebut.

“Selama ini kami tidak susah (dapat) air minum karena ada Wahana Visi Indonesia. Wahana Visi distribusikan air untuk kami dan kami sangat senang. Air cukup untuk kebutuhan kami,” kata Rahima.

Meski begitu, tampak jelas kekecewaan yang mendalam di wajah Rahima karena mendengar bahwa WVI sudah mengakhiri program distribusi air minum bersih di desanya tersebut.

“Kami sedih karena WVI sudah tidak antar air lagi, tetapi untungnya ada mobil warna orange yang datang drop air untuk kami. Kalau tidak, kami bisa mati di sini,” ujar wanita paruh baya ini.

Rahima melanjutkan, “Saya dengar dari aparat Negeri Liang katanya Wahana Visi mau ambil tandon dan serahkan ke desa kah? Kami masih butuh tandon ini. Biar Wahana Visi tidak bantu air tetapi kami minta tandon ini jangan dulu diambil, biar kami beli sendiri airnya asal ada tandon ini. Kami bisa mandiri meskipun tidak ada bantuan air lagi”.

Setelah tim WVI menjelaskan bahwa WVI tidak akan menarik kembali tandon air milik Bukit Menderita hingga akhir masa tanggap darurat, barulah Rahima dapat tenang dan terlihat bahagia. Tim WVI menjelaskan bahwa tandon tersebut nantinya akan diserahkan kepada pihak desa untuk dihibahkan ke lembaga layanan publik seperti sekolah, puskesmas dan masjid.

Rahima mengaku belum berani kembali ke rumah asalnya mengingat masih tingginya intensitas gempa.

“Hampir setiap tiga hari masih ada gempa susulan, sehingga kami semua belum berani untuk pulang,” pungkasnya.

 

Ditulis oleh: Yohanes Brechmans Tanaboleng, WASH Coordinator Maluku Earthquake Emergency Response Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

21 Jan 2020

Ketika Sepak Bola Menyatukan Anak-anak di 6 Kelurahan

Ketika Sepak Bola Menyatukan Anak-anak di 6 Kelurahan

Tidak ada kegiatan rutin yang dapat menyatukan anak-anak di enam kelurahan di Pulau…

23 Dec 2019

Kami Tidak Lagi Buang Air di Kali

Kami Tidak Lagi Buang Air di Kali

#GempaAmbon - Bencana gempa bumi yang terjadi di Maluku pada September…

06 Dec 2019

Peduli Bencana Dimulai dari Pemerintah Desa

Peduli Bencana Dimulai dari Pemerintah Desa

#GempaAmbon - Distribusi air bersih yang dilakukan Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube