BERITA & CERITA

Kami Orang Desa Tidak Boleh Minder

02 Aug 2019

Anyen (tengah berbaju oranye) saat memberikan pelatihan PMBA kepada para kader di Pontianak

#PekanASISedunia - Bidan Marcerina Anyen (26), biasa dipanggil Bidan Anyen, sangat terkejut ketika dihubungi oleh Etta Siregar, Area Program Manager Melawi-Sintang Wahana Visi Indonesia (WVI). Hari itu ia diminta untuk memfasilitasi pelatihan konseling kader di Kota Pontianak, yaitu di wilayah kerja Puskemas Purnama dan Puskesmas Gang Sehat.

Kedua puskesmas tersebut bukanlah wilayah dampingan WVI, tetapi pihak puskesmas meminta WVI untuk membantu memfasilitasi pelatihan, lantas Bidan Anyen terpilih untuk melakukan pelatihan tersebut. Bidan Anyen merupakan salah satu fasilitator pelatihan konseling PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) yang sudah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Melawi bekerja sama dengan WVI pada 2018 lalu.

Bidan Anyen yang bertugas di Desa Temiang Kapuas di wilayah Puskesmas Sepauk tidak pernah mengira bahwa tenaga kesehatan di desa bisa mendapat kesempatan untuk memfasilitasi pelatihan di kota. Meski sempat terselip rasa khawatir karena harus pergi ke kota dan waktu persiapan sangat singkat hanya dalam hitungan jam, Bidan Anyen tetap mengambil kesempatan berharga tersebut.

Kekhawatiran Bidan Anyen berubah menjadi hasil yang baik. Tim puskesmas dan para kader menyambut dirinya dan staf WVI lainnya dengan baik dan akrab selama pelatihan.  

Para peserta pelatihan mendapatkan informasi terkait aneka makanan sehat yang sebaiknya diberikan kepada anak. Salah satunya terkait pemberian air susu ibu (ASI) yang sangat penting bagi anak sebagai modal awalnya menuju pertumbuhan yang sempurna. Pada akhir pelatihan, semua peserta sepakat bahwa tidak ada yang lebih baik daripada memberikan ASI kepada seorang anak.

Ami, Kepala Puskesmas Purnama Pontianak Selatan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas apa yang telah diberikan kepada pihaknya.

“Kami senang dengan metode belajar yang diberikan, enggak fokus hanya dengan slide presentasi. Saya turut mengapresiasi para kader karena mau berkomitmen dan mau berproses. Dan semoga tidak kendur dalam implementasinya,” ujarnya.

Serupa Ami, seorang perwakilan kader mengatakan bahwa dirinya merasa senang karena dapat terpilih mengikuti pelatihan konseling PMBA, sehingga ia bisa menambah ilmu tentang PMBA. Dia berharap bisa menerapkan ilmu yang diperolehnya tersebut dan menjadi perpanjangan tangan dari puskesmas.

Kader tersebut juga terkesan dengan para fasilitator dan metode pelatihan yang menggunakan pembelajaran orang dewasa.

“Penyampaian materi santai, rileks tapi kami (bisa) masuk (memahami) materi, tidak larut dengan santai, karena kami baru pelatihan dengan metode seperti ini,” jelasnya.

Selanjutnya, mereka berharap supaya puskesmas bisa kembali mengadakan pelatihan serupa agar lebih banyak kader mengetahui proses PMBA.

Bidan Anyen merasa senang ketika mendapat kiriman foto dari para kader setelah selesai pelatihan. Menurut Anyen, para kader sudah langsung mempraktikkan konseling ke ibu yang mempunyai anak usia di bawah dua tahun dengan pendampingan dari staf puskesmas. Bidan Anyen merasa menjadi semakin semangat untuk menerapkan program PMBA di Desa Temiang Kapuas. Dia ingin membagikan semangatnya tersebut kepada para kader di desa.

“Kota atau desa sama saja. (Kami) di desa tidak boleh minder. Terus belajar,” pungkasnya bersemangat.

 

Ditulis oleh: C. Vita Aristyanita, BCC Specialist dan Noviana, Staf Area Program Melawi-Sintang Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

16 Aug 2019

HAN Pertama di Pedalaman Asmat

HAN Pertama di Pedalaman Asmat

Tanggal 23 Juli 2019 merupakan hari yang istimewa bagi anak-anak Indonesia, pasalnya hari…

15 Aug 2019

Memberi Hidup untuk Sesama

Memberi Hidup untuk Sesama

Hari Kemanusiaan Sedunia - Nurhayati (47), biasa disapa Nur, telah menjadi…

14 Aug 2019

Pahlawan Jamban

Pahlawan Jamban

Hari Kemanusiaan Sedunia - Tinggal jauh dari keluarga, teman dan kota…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube