BERITA & CERITA

Kami Tidak Lagi Buang Air di Kali

23 Dec 2019

Franklin senang kini ia dan para penyintas lainnya telah memiliki toilet baru. Ia kini tak lagi perlu BAB di sungai

#GempaAmbon - Bencana gempa bumi yang terjadi di Maluku pada September 2019 lalu membawa dampak bagi masyarakat terutama anak-anak. Banyak sarana dan fasilitas yang rusak termasuk sekolah, tidak terkecuali Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Hingga kini masih banyak anak dan orang tua yang menetap di posko-posko evakuasi yang memiliki potensi rendah gempa dan tsunami.  

Franklin adalah salah satu anak asal Kecamatan Salahutu turut merasakan dampak dari bencana alam ini. Bersama orang tua dan kakek serta neneknya, Franklin kini masih harus menetap di salah satu posko evakuasi.

Pascagempa, Franklin dan keluarganya sulit untuk mendapatkan air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai. Saat ia dan para penyintas lainnya ingin buang air besar (BAB)/ buang air kecil (BAK), mereka kerap menggunakan kali.

Beta (saya) dengan teman-teman berak di kali karena seng (tidak) ada WC deng (dan) air. Bapa, mama dan oma, opa mereka lari ke Negeri kalau mau berak,” jelas Franklin.

Franklin menambahkan, di masa awal gempa, para penyintas hanya memikirkan untuk menyelamatkan diri terlebih dahulu dan tidak mementingkan kesehatan mereka. BAB dan BAK sembarangan sudah menjadi pemandangan yang biasa saat itu. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan para penyintas, terutama anak-anak di tempat tersebut.

Melihat kondisi Franklin dan masyarakat di sana, Wahana Visi Indonesia (WVI) turun tangan membantu meringankan kesulitan yang terjadi. Melalui bantuan APL (PT Anugerah Pharmindo Lestari - a member of Zuellig Pharma), WVI membangun sarana mandi, cuci, kakus bagi masyarakat di salah satu posko evakuasi di Kecamatan Salahutu.

Dua unit toilet yang didirikan di area posko evakuasi tempat Franklin tinggal ternyata memberikan sukacita tersendiri baginya.

“Sebelum ada WC, katong (kami) mandi di belakang tenda. Katong malu karena terbuka saja. Sekarang so (sudah) ada WC jadi kami bisa mandi di dalam WC. Terima kasih Wahana Visi sudah bantu katong di sini,” tambah Franklin.

Bersama APL, WVI turut juga membantu memulihkan kesehatan masyarakat. Berbagai obat-obatan dan vitamin disalurkan melalui Palang Merah Indonesia Kota Ambon untuk diteruskan kepada masyarakat. Selain itu, aktivitas promosi kesehatan di sekolah juga menjadi program utama WVI bersama APL. 

Ditulis oleh: Yohanes Brechmans Tanaboleng, WASH Coordinator & Operation Team Leader Maluku Earthquake Emergency Response Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

21 Jan 2020

Ketika Sepak Bola Menyatukan Anak-anak di 6 Kelurahan

Ketika Sepak Bola Menyatukan Anak-anak di 6 Kelurahan

Tidak ada kegiatan rutin yang dapat menyatukan anak-anak di enam kelurahan di Pulau…

06 Dec 2019

Peduli Bencana Dimulai dari Pemerintah Desa

Peduli Bencana Dimulai dari Pemerintah Desa

#GempaAmbon - Distribusi air bersih yang dilakukan Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui…

22 Nov 2019

Kami Bisa Mandiri

Kami Bisa Mandiri

#GempaAmbon - Beberapa hari lalu, Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui tim…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube