BERITA & CERITA

Keberadaan RPTRA Membawa Dampak Positif Bagi Anak

05 Dec 2019

Para partisipan pelaksana berdirinya RPTRA Anggrek dalam acara peluncuran RPTRA Anggrek di Jakarta Pusat

Keberadaan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak. Anak yang lebih banyak beraktivitas di luar ruang memiliki kemampuan motorik, kognitif dan afektif yang lebih baik. Demikian terungkap dalam soft launching RPTRA Anggrek yang dibangun oleh Hanwha Life dan Wahana Visi Indonesia (WVI) di Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pekan lalu.

RPTRA Anggrek merupakan adalah RPTRA kedua yang dibangun atas kerja sama Hanwha Life dan WVI. Sebelumnya, kedua pihak tersebut telah membangun RPTRA Jaka Teratai di Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh Chief Executive Officer Hanwha Life David Yeom, National Director WVI Doseba Tua Sinay serta Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Pusat Mohammad Fahmi.

Survei yang dilakukan oleh WVI dan HLI terhadap keberadaan RPTRA Jaka Teratai di Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, tahun 2018 menyebutkan, sebanyak 98 anak memiliki kegiatan positif di waktu luang mereka setelah adanya RPTRA. Survei dilakukan terhadap 50 responden orang tua dan 200 anak usia 6-18 tahun di kawasan Jatinegara Kaum.

Selain itu, hubungan antara anak dan orang tua meningkat dari 49% (2017) menjadi 69% (2018). Praktik kekerasan (fisik, emosional, seksual, pengabaian dan eksploitasi) anak yang dilakukan orangtua atau pengasuh pun kian menurun dari 40% (2017) menjadi 23% (2018).

“Penting bagi anak-anak untuk bermain di luar, bermain bola, berlari-lari atau membaca buku. Kegiatan-kegiatan ini akan memberi pengalaman bagi anak-anak dalam emnikmati masa kecil mereka,” kata David Yeom.

Yeom juga mengatakan, Hanwha tidak hanya membangun RPTRA secara fisik, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan di RPTRA melalui program CSR. Hal itu dilakukan agar RPTRA dapat digunakan secara lebih maksimal.

Doseba Tua Sinay menyampaikan, RPTRA Anggrek tersebut merupakan bagian dari semangat baru masyarakat memiliki tempat bermain bagi anak-anak. “Kami mengapresiasi pemerintah DKI Jakarta yang menyediakan tempat untuk pembangunan RPTRA ini. Kami berharap masyarakat sekitar juga turut merasa memiliki dan merawat keberadaan RPTRA ini,” tuturnya.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Pusat, Mohammad Fahmi, mengakui, tidak mudah membangun RPTRA di Jakarta karena terbatasnya lahan. RPTRA Anggrek merupakan RPTRA ke-50 yang berada di Jakarta Pusat. Dengan demikian, saat ini ada 313 RPTRA di DKI Jakarta. Sebanyak 15 RPTRA di Jakarta Pusat dibangun oleh pihak ketiga dan 35 RPTRA dibangun dengan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Dalam gelar wicara yang berlangsung, Psikolog Universitas Atma Jaya Yogyakarta Reneta Kristiani, menjelaskan, ketika anak-anak bermain, seluruh aspek dalam tubuh anak, mulai motorik, kognitif, hingga afektif, berkembang. Selain itu, kebutuhan sensori pada diri anak juga terpenuhi. Saat ini, Reneta mengungkapkan, terjadi fenomena anak-anak bermasalah mengendalikan emosi atau justru kurang peka karena minimnya rangsangan sensori motoris.  


Ditulis oleh: Amanda Putri, Media Relation Executive Wahana Visi Indonesia

 

 

 

Artikel Terkait

05 Nov 2019

Kesempatan Itu Datang Juga

Kesempatan Itu Datang Juga

Kamis, 31 Oktober 2019 merupakan hari yang membahagiakan bagi empat belas orang mahasiwa…

20 May 2019

Sponsorku Mengubahkanku

Sponsorku Mengubahkanku

Bukan keinginan Salma menjadi seorang anak sponsor Wahana Visi Indonesia (WVI).…

26 Mar 2019

WVI Lakukan Pendampingan Usaha Lanjutan Bagi Pelajar di Jakarta

WVI Lakukan Pendampingan Usaha Lanjutan Bagi Pelajar di Jakarta

Guna meningkatkan kapasitas pemuda agar siap memanfaatkan peluang-peluang ekonomi, Wahana Visi Indonesia (WVI)…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube