DARI LAPANGAN

Kebiasaan BAB Sembarangan Mulai Hilang di Desa Lolozirugi Nias

08 Nov, 2017

Bentuk toilet baru yang dimiliki Supi Hia dan warga desa Lolozirugi

Melakukan BABS (Buang Air Besar Sembarangan) masih menjadi salah satu kebiasaan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia. Kebiasaan ini menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan yang menyebabkan hadirnya berbagai macam penyakit.

Kebiasaan BABS juga masih dilakukan oleh masyarakat Desa Lolozirugi, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Tanpa disadari, kebiasaan seperti ini berakibat buruk bagi kondisi kesehatan anak dan warga desa.

Namun, pasca adanya kegiatan pendampingan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) ke desa ini, masyarakat mulai mengerti akan pentingnya kesehatan. WVI melalui tim Area Development Program (ADP) Nias melakukan pemicuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang manfaat jamban sehat.

BACA JUGA : GETAH KARET KINI TERASA MANIS

Melalui program ini, masyarakat telah secara sadar melakukan perubahan pada lingkungannya. Pembuatan jamban sehat berbahan dasar semen dan pasir yang sesuai standar menjadi salah satu hasil dari program ini.

 “Salah satu perubahan yang kami lakukan di dusun kami adalah pembangunan WC sederhana,” ujar Supi Hia, salah satu warga desa.

Supi menambahkan, masyarakat desa Lolozirugi kini masih terus saling memotivasi keluarga lain yang belum peduli untuk mengubah pola hidup mereka. Pembangunan kloset sederhana di dusun mereka pun semakin luas meski masih mengalami beberapa tantangan.

 

Ditulis oleh Idaman J. Gea, Fasilitator Pengembangan, Wahana Visi Indonesia Kantor Operasional Nias