BERITA & CERITA

Kemenko Apresiasi Bantuan WVI untuk PAUD Holistik Integratif

08 Feb 2019

Dr. Femmy Eka Kartika Putri M. Si. (tengah) menerima buku dari WVI. Penyerahan dilakukan oleh MQI Director, Mitra Tobing (kiri) dan Education Specialist, Mega Indrawati (kanan).

Berbaju batik merah, Asisten Deputi Urusan Pendidikan Dasar, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Kemenko Kesra, Dr. Femmy Eka Kartika Putri M.Si, tampak bersemangat saat memberi sambutan dalam acara ‘Pelatihan Membuka Pikiran Guru dan Membuat Rancangan Pelaksanana Pembelajaran PAUD Holistik Integratif Kurikulum 2013’. Acara ini diadakan di Gedung Wahana Visi Indonesia, Bintaro pada tanggal 6 Februari 2019. Di depan puluhan guru PAUD dan praktisi pendidikan dari berbagai penjuru Indonesia, wanita yang akrab disapa Femmy tersebut menjelaskan pentingnya PAUD holistik integratif bagi pembangunan sumber daya manusia.

“Kami selaku perwakilan dari kementerian mendorong bapak ibu sekalian untuk menerapkan pendidikan karakter mulai dari tingkat PAUD. Selain pendidikan karakter, anak-anak juga harus mendapat gizi yang cukup supaya bisa bertumbuh lebih baik. Itulah pentinganya PAUD holistik integratif di wilayah kita masing-masing,” ujarnya di sela-sela sambutan.

Femmy bersyukur karena dalam upaya pemerintah dalam  mengembangkan pendidikan masyarakat, ada banyak pihak yang mau terlibat. Salah satunya adalah Wahana Visi Indonesia (WVI).

“Kami ingin supaya ada lebih banyak pihak yang mau bekerja bersama untuk PAUD holistik integratif. Selain pemerintah daerah, kami juga ingin supaya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mau membantu kami. Kami sangat berterima kasih kepada WVI, karena mau bekerja dari akar rumput untuk mendorong pengembangan PAUD holistik integratif,” kata Femmy.

Menurut Femmy, tingkat buta aksara dan gizi buruk di Indonesia masih sangat tinggi terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Kerja sama yang solid antar pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan LSM sangat diperlukan untuk mengatasi masalah yang menyangkut hak-hak dasar anak tersebut.

“Kita semua bisa memerangi masalah ini mulai dari anak usia dini. Kami tidak dapat bekerja sendiri karena itu kita harus saling bahu membahu untuk menyelesaikannya,” tegas Femmy lagi.

Menanggapi hal tersebut, WVI lewat pelatihan yang diadakan dari tanggal 4 hingga 9 Februari 2019, berupaya supaya guru-guru bisa memastikan bahwa implementasi PAUD holistik integratif di masing-masing daerah telah memenuhi standar. Salah satu standarnya adalah penerapan kurikulum 2013 dalam mengembangkan rencana pelajaran dan demonstrasi pengajaran.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

11 Apr 2019

Tahunan Tak Miliki Tempat Tetap, Bangunan PAUD Holistik Integratif Efata Akhirnya Diresmikan

Tahunan Tak Miliki Tempat Tetap, Bangunan PAUD Holistik Integratif Efata Akhirnya Diresmikan

Sebuah lagu dan tarian dari puluhan anak-anak siswa PAUD Efata terdengar merdu dan…

01 Mar 2019

Anak Laki-Laki Juga Perlu Tahu Pendidikan Menstruasi

Anak Laki-Laki Juga Perlu Tahu Pendidikan Menstruasi

#SatuHatiUntukSulteng – Rosni (46) sudah menjadi guru sejak 2007. Sebagai guru…

19 Feb 2019

Sosialisasi Buku Panduan dan Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual

Sosialisasi Buku Panduan dan Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual

Dalam rangka menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2045, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube