BERITA & CERITA

Komite Pengelola Air untuk Atasi Masalah Sanitasi di Lombok

12 Apr 2019

Pertemuan antarwarga sebagai salah satu aktivitas Komite Pengelola Air

#LombokBangkitKembali – Gempa yang terjadi pada Juli 2018 lalu telah meluluhtantakkan Lombok. Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia di Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu desa terdampak dengan tingkat kerusakan cukup parah. Sarana air bersih dan sanitasi yang ada di desa ini mengalami kerusakan pascagempa besar tersebut.

Ahyar Rosidi (37), Ketua Remaja Desa Labuan Pandan mengungkapkan, pascagempa warga kesulitan mengakses sarana sanitasi yang menyebabkan warga melakukan buang air besar di sembarang tempat seperti di sawah, kebun bahkan pantai. Selain itu, sumber air yang digunakan masyarakat berubah menjadi keruh.

Melihat kondisi warga desa yang serba kesulitan, Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan respons bencana di lokasi tersebut dengan membangun toilet dan mendistribusikan tangki air untuk memudahkan masyarakat mengakses sarana sanitasi.

Telah terbangun sebanyak 150 toilet dan 53 tangki air yang sudah didistribusikan di Desa Labuan pandan yang tersebar di empat dusun, antara lain Dusun Labuan Pandan, Dusun Labuan Pandan Tengak, Dusun Pulur, dan Dusun Tarum.

Hal ini dibenarkan oleh Hamdani, Kepala Dusun Labuan Pandan. Pria 42 tahun ini menjelaskan bahwa WVI sudah memberikan warganya bantuan toilet sebanyak 38 toilet dan tangki air sebanyak 15 unit. 

Sementara itu, Badarudin selaku Sekretaris Desa Labuan Pandan sekaligus penerima manfaat sarana sanitasi tersebut mengaku mendapatkan manfaat dari berdirinya toilet di area tempatnya tinggal.

“Kami sangat terbantu dengan adanya WVI di sini. WVI memberikan banyak bantuan untuk kami terutama toilet yang dibangun oleh WVI sangat berguna, kami tidak lagi buang air besar sembarangan,” cerita Badarudin.

Meski demikian, WVI tidak akan selamanya ada di Lombok. Oleh karena itu, WVI membutuhkan mitra untuk menjaga dan merawat sarana sanitasi yang telah diberikan kepada masyarakat. Hal inilah yang melatarbelakangi WVI untuk membentuk Komite Pengelola Air (KPA) di wilayah dampingannya di Lombok. Kabupaten Lombok Timur sendiri telah memiliki beberapa KPA yang dibentuk di tiga desa yaitu Desa Labuan Pandan, Desa Sambelia, dan Desa Obel-Obel.

“Pembentukan KPA ini bertujuan untuk menjaga dan merawat sarana sanitasi yang telah WVI berikan, ada yang bertanggungjawab terkait dengan kebutuhan air di masing-masing dusun pascabencana. Di samping itu juga agar masyarakat saling perduli terhadap sesama, khususnya masyarakat yang rentan seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, maupun disabilitas,” ungkap Saharudin, staf lapangan WVI.

Dengan adanya pembentukan KPA, pemerintah desa diharapkan dapat menyusun RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) terkait dengan KPA ini, sehingga apabila terjadi bencana sudah tersedia anggaran desa untuk memenuhi kebutuhan air maupun sanitasi masyarakat.

Ditulis oleh: Zara Fitria, Accountability Officer Lombok Earthquake Emergency Response Wahana Visi Indonesia

 

Artikel Terkait

30 Sep 2019

Rumah Baru Bagi Warga Desa Sokong

Rumah Baru Bagi Warga Desa Sokong

#LombokBangkitKembali - Gempa 1 tahun silam merusak setidaknya ribuan rumah di Kabupaten…

15 Aug 2019

Memberi Hidup untuk Sesama

Memberi Hidup untuk Sesama

Hari Kemanusiaan Sedunia - Nurhayati (47), biasa disapa Nur, telah menjadi…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube