BERITA & CERITA

KPPPA Tandatangani Nota Kesepahaman dengan WVI Demi Ciptakan Indonesia Layak Anak 2030

15 Apr 2019

Perwakilan KPPPA dan Wahana Visi Indonesia dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman Indonesia Layak Anak 2030

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) lakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) demi mewujudkan Indonesia Layak Anak 2030, yang merupakan program milik KPPPA. Penandatanganan ini dilakukan oleh Sekretaris KPPPA Pribudiarta Nur Sitepu, dan Doseba Tua Sinay selaku Direktur Nasional WVI.

Indonesia Layak Anak 2030 dilakukan lewat pencanangan program Kabupaten/Kota Layak (KLA) yang telah dicanangkan sejak 2005. Program ini dilakukan untuk memenuhi hak anak di masing-masing wilayah di Indonesia. Melalui KLA, nantinya kabupaten/kota diharapkan dapat mengintegrasikan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Implementasi KLA di setiap kabupaten/kota di Indonesia merupakan bagian dari komitmen KPPPA. Hal ini turut sebagai bentuk upaya untuk tercapainya Target Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 16.2, yakni menghapus perlakuan kejam, eksploitasi, perdagangan, segala bentuk kekerasan dan penyiksaan terhadap anak mengenai penghapusan kekerasan terhadap anak. Untuk itu, kami menyambut baik dan mengapresiasi WVI sebagai organisasi kemanusiaan fokus anak atas komitmennya mewujudkan perlindungan anak melalui KLA di wilayah layanan WVI,” ujar Pribudiarta Nur Sitepu, Sekretaris KPPPA.

Ditambahkan oleh Pribudiarta, bahwa hingga tahun 2018, telah terdapat 177 Kabupaten/Kota yang telah meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak. Sinergi dengan external stakeholder nyata diperlukan untuk mendorong Kabupaten/Kota di Indonesia memiliki perspektif pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui KLA.

WVI sebagai organisasi kemanusiaan fokus anak, turut mendukung implementasi KLA melalui program-program di area program pelayanan WVI yang tersebar di 52 titik dan 14 provinsi di Indonesia. Hingga tahun 2018, terdapat 27 Kota/Kabupaten area program pelayanan WVI yang telah mendeklarasikan komitmennya menuju KLA dan 9 Kabupaten/Kota lainnya tengah diupayakan advokasi menuju komitmen tersebut.

“Memfasilitasi implementasi KLA di Indonesia merupakan salah satu komitmen dari WVI. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman berasama KPPPA, kami berharap ruang untuk melakukan advokasi kepada pemerintah daerah dan pemerintah desa di wilayah program pelayanan WVI dapat didukung penuh oleh KPPPA. Kemudian kolaborasi dan kemitraan untuk bertukar ide dapat dilakukan dengan maksimal antara kedua belah pihak. Dengan demikian, kita dapat bergandengan tangan dan memiliki komitmen yang sama menuju Indonesia Layak Anak tahun 2030,” ujar Doseba Sinay selaku Direktur Nasional WVI.

Pada acara ini, turut dipresentasikan pula program-program WVI di sektor kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan advokasi yang berkontribusi pada implementasi KLA di area program pelayanan WVI.

 

Ditulis oleh: Theodora D. Paramita, Media Relation Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

12 Oct 2017

Perjuangan Anak Halmahera Utara Jadi Menteri Sehari

Perjuangan Anak Halmahera Utara Jadi Menteri Sehari

Wajah Yuyun (17) berseri, memancarkan kegembiraan dari hatinya karena hari ini, Rabu, 11 Oktober 2017…

31 Aug 2017

Pemangku Kewajiban Provinsi Kalbar Dukung Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak

Pemangku Kewajiban Provinsi Kalbar Dukung Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak

Sebagai wujud komitmennya dalam pemenuhan hak anak dan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Pemerintah…

15 Sep 2016

Kabupaten Biak Numfor Menuju Kabupaten Layak Anak

Kabupaten Biak Numfor Menuju Kabupaten Layak Anak

Isak tangis para undangan tidak bisa dibendung ketika Neles Rumbiak, bersama teman-teman remajanya selesai melakukan…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube