DARI LAPANGAN

Lewati Hutan Selama 6 Jam Bukan Hambatanku Bersekolah

11 Jan 2018

Yoga menghabiskan enam jam sehari untuk melakukan perjalanan pergi dan pulang sekolah. Meski demikian semangatnya untuk mengejar cita-cita tidak pernah pupus

Yoga (12) tidak seperti anak-anak sekolah di perkotaan yang mendapatkan fasilitas transportasi atau ditemani orang tuanya untuk berangkat ke sekolah. Ia harus mengandalkan kaki dan penglihatannya untuk melangkah ke sekolah. Perjalanan selama enam jam (pulang pergi) setiap harinya dengan berjalan kaki, rela ia lakukan demi mengejar cita-citanya.

Yoga tidak pernah mengeluh, semangatnya untuk sekolah pun tak terbendung. Ia selalu bersemangat untuk menerima pelajaran walaupun tantangan yang dihadapinya jauh lebih besar.

Yoga selalu bangun pada pukul 4 pagi hari. Ia harus melewati hutan dan pematang sawah untuk bisa tiba di sekolah setiap harinya. Ya, perjalanan yang dilakukan siswa kelas 6 Sekolah Dasar ini memang tidaklah mudah.

“Terkadang saya lelah ketika berjalan, belum lagi jika ketemu hewan berbisa yang membuat saya takut untuk pergi ke sekolah. Di sekolah kadang saya sudah ngantuk dan tidak konsentrasi untuk belajar,” ujarnya.

BACA JUGA : PENDIDIKAN ANAK ALOR TIDAK LAGI DIABAIKAN

Meski begitu, Yoga berbeda dengan teman-teman sekolahnya yang lain. Disaat anak yang masih bersekolah di kampungnya hanya tersisa dua orang saja, ia mampu bertahan melakukan perjalanan yang sama selama enam tahun.

Banyak anak-anak yang tidak tahan berjalan kaki setiap hari dan akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah. Namun, Yoga memilih cara tersendiri untuk bertahan selama waktu tersebut.

“Karena perjalanan yang cukup jauh maka saya tidak pernah lupa untuk sarapan dan membawa bekal untuk dimakan ketika perjalanan pulang nanti. Harus ada tenaga ketika berjalan. Selain itu saya juga pasti membawa baju ganti supaya baju sekolah kami tidak kotor dan bisa awet dipakai lama,” ungkap anak ketua RT ini.

Perjalanan jauh tidak membuat Yoga patah semangat. Hanya saja, menurut seorang guru Yoga, Yuliana (57), hujan seringkali membuat dirinya bersedih. Jalanan yang sangat licin seringkali menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Jika hari hujan anak-anak yang jauh pasti tidak sekolah karena jika dipaksakan ke sekolah takut mereka demam karena kena hujan,” jelasnya.

Semua pihak berharap yang terbaik untuk Yoga. Agar cita-citanya menjadi seorang guru bisa tercapai, seperti yang pernah ia tuliskan di pohon harapan bersama para staf dari Wahana Visi Indonesia. Apalagi orang tua Yoga selalu menyemangatinya untuk menggapai cita-citanya tersebut.

 

Ditulis oleh Heri Riyanto, Fasilitator Pengembangan Kantor Operasional Sekadau Wahana Visi Indonesia kantor operasional Sekadau

Artikel Terkait

18 Jul 2018

Dukung PAUD Melalui Peternakan Babi

Dukung PAUD Melalui Peternakan Babi

Kasius atau biasa disapa Along (40) adalah pria kelahiran Sebawak, Kalimantan Barat. Pria…

17 Jul 2018

Pelatihan PMBA yang Memberikan Harapan Baru

Pelatihan PMBA yang Memberikan Harapan Baru

Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Program Sekadau mulai melakukan proyek model PMBA (Pemberian…

13 Jul 2018

#ResponsAsmat Anak Sakit Tidak Boleh Tertahan di Rumah

#ResponsAsmat Anak Sakit Tidak Boleh Tertahan di Rumah

#ResponsAsmat - Minimnya pengetahuan warga tentang bagaimana merujuk anak sakit ke…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube