DARI LAPANGAN

#LombokBangkitKembali Tetap Semangat Meski Tak Ada Rumah Beratap

10 Sep 2018

Elan kini tak lagi memiliki rumah beratap yang menjaganya dari teriknya panas dan dinginnya malam

Berkunjung ke pulau Lombok tentu tak lagi sama. Tak ada lagi hiruk pikuk dan mobilitas tinggi para wisatawan asing maupun domestik pasca gempa mengguncang pulau ini sejak 29 Juli 2018 lalu. Lombok Utara menjadi salah satu wilayah yang paling terkena dampak dari bencana alam ini.

Elan (15) dan Diana (17) adalah dua anak yang menetap di salah satu dusun di Lombok Utara. Pasca terjadinya gempa yang bertubi-tubi, kehidupan keduanya kini tak lagi sama. Rumah mereka telah menyatu dengan tanah.

“Waktu gempa pertama itu, sekitar jam 8 malam selesai salat Isya, tiba-tiba kondisi rumah bergoyang dan mati lampu, saya pikir kiamat!” kata Elan.

Elan adalah satu dari ratusan warga yang panik kala itu. Untungnya, Elan masih bisa menyelamatkan diri dan keluar dari reruntuhan bangunan rumahnya. Elan berhasil lari dan bergabung bersama dengan keluarga besarnya di pendopo rumah salah satu kerabatnya.

“Sejak saat itu, kami ada sembilan belas orang berkumpul semua di Beruga (pendopo) itu,” jelasnya.

Tidak senasib dengan Elan, Diana justru menerima kisah pilu dari bencana alam ini. Anak pertama dari tiga bersaudara ini harus kehilangan salah seorang adiknya saat gempa pertama kali melanda Lombok Utara.

 “Nenek dan adik saya tinggal bersama. Saat gempa, adik saya yang berumur dua setengah tahun baru keluar setelah mati lampu. Kepalanya terkena tembok yang besar. Nenek kepalanya juga bocor dan pahanya luka. Adik terluka hingga keluar darah dari mulutnya,” kenang Diana.

Diana bercerita, saat gempa terjadi, dirinya memang sedang berada di asrama pesantren tempatnya menuntut ilmu. Kondisi di sekitarnya sungguh riuh akibat banyaknya teriakan minta tolong yang terlontar dari warga yang ketakutan. Listrik padam dan banyak bangunan roboh. Hingga akhirnya Diana dijemput oleh keluarganya keluar dari pondok pesantren tempatnya berada.

Diana dan Elan akhirnya kembali berkumpul di dusun tempat mereka dibesarkan. Rasa takut dan haru menghampiri mereka setiap saat mereka mengingat kejadian mengenaskan tersebut benar terjadi di dusun tercinta mereka.

Saat awal terjadinya gempa, warga dusun tempat Diana dan Elan bermukim kesulitan mendapatkan fasilitas sebagai standar minimum kelayakan. Akibat tak ada lagi rumah beratap, mereka pun menetap di tenda yang dibangun dari terpal. Sarana sanitasi pun sulit didapatkan, sehingga berjalan jauh ke sungai untuk BAB dan BAK pun menjadi solusi.

Meski kini hidup dengan keterbatasan, keduanya merasa bersyukur karena Tuhan masih melindungi kehidupan mereka. Berdoa pun menjadi jalan keluar untuk menutupi rasa takut mereka.

“Kami mengaji dan berdoa karena kami kepikiran sama keluarga yang tidak ada di sini,” ujar Diana.

Kondisi yang masih tak kunjung stabil membuat Diana dan Elan kini tidak lagi bisa menuntut ilmu di sekolah. Meski begitu, cita-cita dan harapan mereka untuk bisa menjadi seorang guru dan koki terkemuka tetap ada di lubuk hati terdalam.

“Semoga gempa tidak datang lagi. Banyak sumbangan yang datang. Kemudian jalan, sekolah dan masjid kembali diperbaiki, sehingga kami bisa kembali bersekolah,” harap Diana menutup pembicaraan dengan tim Wahana Visi Indonesia siang itu.


Diana sesaat setelah mengikuti aktivitas Mobil Sahabat Anak (MSA) bersama WVI

Ditulis oleh : Putri ianne Barus, Field Communication Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

17 Sep 2018

#LombokBangkitKembali Lebih dari Seribu Jiwa Terima Manfaat Respons WVI di Lombok

#LombokBangkitKembali Lebih dari Seribu Jiwa Terima Manfaat Respons WVI di Lombok

Gempa yang mengguncang Lombok pada Agustus 2018 lalu masih menuai banyak perhatian. Terkait…

03 Sep 2018

#LombokBangkitKembali Satu Hati untuk Desa Sokong

#LombokBangkitKembali Satu Hati untuk Desa Sokong

Memimpin sembilan belas dusun di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara bukanlah…

27 Aug 2018

#LombokBangkitKembali Rayakan Kemerdekaan Indonesia, WVI Mulai Lakukan Edukasi PMBA

#LombokBangkitKembali Rayakan Kemerdekaan Indonesia, WVI Mulai Lakukan Edukasi PMBA

Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, Wahana Visi Indonesia (WVI) tim respons gempa…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube