BERITA & CERITA

Melihat Pembuatan Camilan Daun Kelor Khas Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah

07 Feb 2018

Yeni (kiri) adalah salah satu produsen olahan daun Kelor yang dimiliki oleh Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

Nama daun kelor tentu sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan ada istilah yang kerap menyebutkan daun kelor sebagai analogi, seperti pada istilah dunia tidak selebar daun kelor. Meski istilah tersebut sering digunakan di kehidupan sehari-hari, nyatanya daun kelor sendiri tidak begitu dikenal masyarakat.

Namun, hal tersebut tidak berlaku di Sulawesi Tengah. Anda akan menemukan banyak pohon kelor saat berkunjung ke daerah ini. Bahkan Anda dapat dengan mudah menemukan olahan daun kelor berupa sayuran atau camilan yang menggugah selera.

Yeni (41) seorang ibu rumah tangga asal Desa Uwemanje, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah adalah salah satu produsen yang menciptakan hasil olahan daun kelor. Lewat tangan cekatannya, terciptalah beberapa camilan lezat seperti kerupuk, stik ataupun kaktus kelor yang bisa Anda bawa sebagai buah tangan.  


Yeni atau biasa dikenal dengan sebutan Mama Otong merupakan salah satu warga binaan Wahana Visi Indonesia (WVI) sejak 2015. Kesuksesan Yeni meracik daun kelor menjadi panganan dimulai sejak dirinya turut serta dalam pelatihan olahan daun kelor pada Juni 2015 silam, yang dilakukan oleh WVI dan Dinas Perindustrian Kota Palu.

Jiwa berwiraswata produk olahan tumbuhan sebenarnya sudah ditekuni Yeni sejak 2012. Usaha keripik talas yang pernah ditekuni bersama Dinas Ketahanan Pangan pada tahun tersebut, menjadikannya berani untuk memulai usaha produksi olahan kelor. Namun, seiring berjalannya waktu, Yeni memutuskan untuk menghentikan produksi talas dan berfokus hanya pada olahan kelor.

“Kelor banyak di Sulawesi tengah. Mudah untuk mengolahnya. Kalau talas bahan bakunya kurang dan mahal, kalau tidak tahu cara mengolahnya akan bikin kulit gatal-gatal. Sekarang saya sudah sama sekali tidak membuat talas,” ujar Yeni.

BACA JUGA: SOSIALISASI KESEHATAN DAN ASI EKSKLUSIF DI DISTRIK ASMAT PAPUA

Dengan kemauan yang kuat untuk membantu perekonomian keluarga, pasca mengikuti pelatihan olahan kelor tersebut, Yeni memberanikan dirinya untuk membawa produk olahannya menuju kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Palu.

“Saya bawa semua keripik saya. Mereka pun heran karena kata mereka sampai sekarang memang baru saya saja yang mau bergerak mengolah menjadi makanan dan industri,” kenangnya.

Yeni ingat betul jumlah modal awal yang dikeluarkannya untuk membuat olahan kelor. Uang seharga Rp500 ribu jadi saksi perjuangannya kala itu. Kini dirinya sudah bisa mengantongi keuntungan hingga Rp3 juta per bulannya. Dari hasil kerja kerasnya, Yeni bahkan sudah bisa membantu ekonomi keluarga dan menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Awalnya Yeni hanya menjual camilan kelor pada acara pameran yang terselenggara di Kota Palu. Namun, sejak empat bulan belakangan ini, produk Stik Kelor Sigi buatannya sudah masuk ke toko oleh-oleh di Kota Palu bahkan Surabaya.

Lewat maraknya permintaan yang datang padanya, saat ini Yeni hanya dibantu oleh satu orang rekannya dalam membuat olahan daun kelor. Besar harapannya untuk bisa menciptakan rumah produksi yang bisa menjadi kebanggaan desanya kelak.

“Saya punya rencana untuk membeli perlengkapan dan membuat rumah produksi. Untuk rumah produksi nanti saya akan bersama Kelompok Wanita Tani Kemuning Uwemanje. Nanti akan ada sekitar 15 orang anggota yang akan membantu,” pungkasnya.

 

Ditulis oleh Putri ianne Barus, Field Communications Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

14 Nov 2018

Semangat yang Tetap Menyala di Posko Evakuasi

 Semangat yang Tetap Menyala di Posko Evakuasi

#SatuHatiUntukSulteng – Palu kini tengah berbenah. Tanpa terasa gempa dan tsunami…

09 Nov 2018

Dukungan Psikososial untuk Mengembalikan Keceriaan Anak

Dukungan Psikososial untuk Mengembalikan Keceriaan Anak

#SatuHatiUntukSulteng – Tawa ceria anak-anak kerap kali mewarnai setiap rangkaian kegiatan…

06 Nov 2018

Sekolah Darurat untuk Pendidikan yang Terus Berlanjut

Sekolah Darurat untuk Pendidikan yang Terus Berlanjut

#SatuHatiUntukSulteng - Kerusakan akibat gempa dan tsunami yang mengguncang Sulawesi Tengah…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube