BERITA & CERITA

Membantu Lombok Hingga ke Pelosok

11 Feb 2019

Nurna, salah satu tokoh masyarakat Dusun Bimbi Jangkar di depan salah satu toilet yang terletak di dusun tersebut. Tim respons tanggap bencana WVI di Lombok memberikan bantuan sekolah sementara dan toilet bagi masyarakat di Dusun Bimbi Jangkar.

Lima kilometer dari jalan utama adalah jarak yang harus ditempuh untuk mencapai Dusun Bimbi Jangkar, Desa Jenggala di Kabupaten Lombok Utara. Dusun dengan 160 kepala keluarga ini hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau berkendara sepeda motor selama setengah jam lamanya. Sulitnya medan menuju lokasi, membuat masyarakat dusun sempat terisolir pasca terjadinya bencana gempa bumi di Lombok pada Juli 2018 lalu.

Bencana longsor dan akses jalan yang tertutup pohon tumbang sudah menjadi hal yang biasa bagi warga dusun ini. Mereka bahkan pernah terisolir hingga seminggu lamanya akibat kesulitan mengakses jalan. Jurang yang dalam juga menjadi momok bagi setiap orang yang melintasi jalan ke dusun ini, sehingga proses pembersihan jalan pun harus dilakukan bertahap.

Suatu hari, Wahana Visi Indonesia (WVI) mengetahui keberadaan dusun ini. Hingga akhirnya, setelah mendapatkan data dari pemerintah lokal dan mempertimbangkan berbagai hal, WVI memutuskan untuk masuk membantu masyarakat mendirikan sekolah sementara bagi SDN 6 Jenggala di sana.

Kerusakan SDN 6 Jenggala terbilang cukup parah. Tiga ruang kelas utama di sekolah ini bahkan sama sekali tidak dapat ditempati akibat fatalnya tingkat kehancuran yang terjadi.

Adalah Nurna (43) seorang tokoh masyarakat yang mendengar rencana pembangunan ini. Pria yang pernah menjabat sebagai ketua RT selama 13 tahun ini sangat bersemangat dan bersyukur saat mengetahui berita baik tersebut. 

“Saat tahu yayasan ini akan membangun sekolah, saya langsung meminta nomor telepon staff WVI kepada kepala sekolah SDN 6 Jenggala. Saya akhirnya bertemu dengan staf WVI dan mengutarakan berbagai kebutuhan utama lainnya di dusun ini seperti toilet,” cerita Nurna saat dijumpai tim WVI di beruga (saung) kecil di depan rumahnya yang telah hancur.

Nurna menjelaskan, awalnya dirinya meminta pengadaan 3 unit kloset di sana. Namun, pasca dua minggu perbincangan di telepon, pihak WVI justru memberikan 6 unit kloset (3 toilet) dengan 3 tangki air untuk masyarakat Dusun Bimbi Jangkar.

Proses pembangunan sekolah dan toilet dilakukan dengan perjuangan yang besar. Sulitnya membawa barang material adalah tantangan utama dalam proses pembangunan di sana. Penggunaan ojek motor adalah cara paling efektif untuk membawa semua barang menuju dusun.

 

 

“Dari awal ketika yayasan ini ada respons memberikan bantuan, selalu saya koordinasi dengan para pengojek. Seperti saat membawa tandon (tangki air), biaya ojeknya mencapai Rp200.000. Tandon memang ringan tapi sulit sekali membawanya. Mengangkut material sekolah semua juga dengan ojek,” jelas Nurna. 

Nurna menambahkan, penggunaan ojek untuk mengangkut barang sudah merupakan cara tercepat.

“Dulu waktu bangun SD dan rumah di sini, masyarakat bahkan harus pikul bahan materialnya dan berjalan kaki sampai menyeberangi sungai,” ingatnya sambil tertawa.

Pasca dua bulan berjalannya waktu, kini, Nurna dan masyarakat Dusun Bimbi Jangkar sudah bisa mengakses sekolah dan toilet di area tempat tinggal mereka. Kini, tak ada lagi anak-anak yang belajar di terpal, melainkan dapat duduk dengan baik di ruang kelas bersekat yang telah berdiri kokoh.

Sejak Agustus 2018 lalu, Wahana Visi Indonesia melalui tim Respons Tanggap Bencana Gempa Lombok telah mendirikan sepuluh bangunan sekolah sementara yang tersebar di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. Keberadaan bangunan sekolah ini diharapkan dapat membantu anak-anak Lombok tetap bisa menerima materi pelajaran pasca terjadinya gempa bumi pada Juli 2018 lalu.

Ditulis oleh: Putri ianne Barus, Field Communication Officer

Artikel Terkait

15 Feb 2019

Semangat Membara Pasca Terjadinya Bencana

Semangat Membara Pasca Terjadinya Bencana

#LombokBangkitKembali - Dusun Sugiyan Baru merupakan sebuah dusun pemekaran yang terletak…

04 Feb 2019

Kursi Roda dan Toilet Baru Andalan Ati

Kursi Roda dan Toilet Baru Andalan Ati

#LombokBangkitKembali - Tidak banyak yang bisa dikerjakan Sukriati, yang biasa disapa…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube