BERITA & CERITA

Menghilangkan Kekerasan Terhadap Anak Bersama Masyarakat

13 Feb 2019

Suharja saat melakukan salah satu aktivitas PATBM bersama masyarakat lainnya

Perlindungan anak menjadi salah satu fokus utama program di Desa Meragun, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Salah satu tokoh yang turut berperan dalam mengupayakan perlindungan anak di Desa Meragun adalah Antonius F. Suharja (66). Beliau adalah salah satu anggota tim Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang sudah terbentuk di Meragun sejak tahun 2018.

“Saya tergugah untuk terjun melindungi anak karena saya sudah terlalu sering melihat kasus kekerasan terhadap anak di desa saya ini. Putus sekolah, pernikahan usia anak, kekerasan dalam rumah tangga cukup sering terjadi di sini,” kata Kakek dari 6 orang cucu ini. 

Setelah menjadi anggota PATBM, Suharja pun mulai belajar banyak hal baru. “Saya belajar tentang hak anak, bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak dan yang terakhir saya juga belajar tentang psikososial dasar berkaitan dengan isu kekerasan terhadap anak,” akunya.

Bersama dengan anggota lainnya, Suharja mulai melakukan beberapa kegiatan di masyarakat seperti sosialisasi hak anak dan Penghapusan Kekerasan terhadap Anak (PKTA). Selain itu, tim PATBM juga mengambil peran penting dalam memfasilitasi pengembangan Peraturan Desa Perlindungan Anak di Desa Meragun.

Suharja dan anggota tim PATBM lainnya turut memfasilitasi diskusi di dusun-dusun mengenai isu-isu anak dan cara-cara mengatasinya. Hasil diskusi tersebut yang akan menjadi bagian dalam Peraturan Desa yang sedang dibangun.

Kini, Suhanda dan masyarakat Desa Meragun telah merasakan dampak positif dari adanya program PATBM. Kerjasama antar masyarakat membuat tindak kekerasan terhadap anak telah berkurang secara signifikan.

“Pemerintah Desa sudah mengeluarkan Surat Keputusan untuk tim PATBM. Kami juga mendapat dukungan dana dari Desa. Masyarakat pun antusias dengan kegiatan-kegiatan tim PATBM. Kekerasan terhadap anak sudah mulai berkurang di masyarakat. Makin banyak orang tua juga yang membawa anak ke PAUD, Posyandu dan BKB,” jelasnya lagi.

Dirinya berharap, dengan keberlangsungan program ini, pemerintah desa bisa turut fokus mengawasi isu-isu anak yang terjadi di Desa Meragun.

“Saya juga berharap kasus kekerasan terhadap anak di desa kami ini juga berkurang bahkan tidak terjadi lagi”, pungkasnya.  

 

Ditulis oleh: Bastian Rengga, Staf Area Program Sekadau Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

14 Mar 2019

Pelibatan Publik di 3 Kabupaten Kalbar Menuai Tindak Lanjut Pemerintah

Pelibatan Publik di 3 Kabupaten Kalbar Menuai Tindak Lanjut Pemerintah

Dalam rangka 'Open Government Week' yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, Wahana Visi…

11 Mar 2019

Toilet Baru untuk 17 Sekolah Dasar di Sambas

Toilet Baru untuk 17 Sekolah Dasar di Sambas

Jumlah murid Sekolah Dasar di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat semakin bertambah, sehingga…

19 Feb 2019

Melaporkan Kasus Kekerasan Anak Kini Lebih Mudah

Melaporkan Kasus Kekerasan Anak Kini Lebih Mudah

#SatuHatiUntukSulteng – Kekerasan terhadap anak memiliki banyak bentuk, diantaranya kekerasan dalam…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube