BERITA & CERITA

Menjadi Disiplin dengan Sistem Poin

27 Jul 2018

Pranata kini lebih rajin dan tepat waktu datang ke sekolah karena sistem poin yang diterapkan di kelasnya.

Pranata (15) adalah seorang murid 8 di salah satu SMP negeri di pinggir kota Merauke, Papua. Meski terletak di dekat pantai, sekolah Pranata adalah sekolah unggul yang menerapkan sistem belajar Sekolah Ramah Anak. Dengan sistem Sekolah Ramah Anak ini, jumlah murid yang datang ke sekolah bertambah karena pengalaman belajar mengajar kini sangat menyenangkan, jauh berbeda dgn cara mengajar sebelumnya.

“Kalau sekarang masuk kelas, pasti ada yel-yel yang dinyanyikan bersama supaya kami semangat,” kata Pranata membuka ceritanya tentang perubahan yang ia alami sebagai seorang murid.

Menurut remaja laki-laki ini, suasana hangat yang tercipta di awal kelas membuat suasana belajar di dalam kelas juga cair.  Guru juga menjadi lebih sabar dan kreatif dalam mengajar murid.

“Saya senang karena bapak ibu guru tidak galak lagi. Kami jadi senang belajar di kelas,” tambah remaja yang bercita-cita menjadi seorang pengusaha tersebut.

Perubahan cara guru mengajar ini adalah hasil dari proses pendampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) lewat program Sekolah Ramah Anak. Program ini mendampingi kepala sekolah dan guru-guru untuk menciptakan sekolah dan lingkungan yang ramah anak bagi siswa untuk belajar. Dalam konteks kota Merauke, lingkungan sekolah yang ramah terbukti telah meningkatkan jumlah kehadiran murid di kelas.

Tak hanya sistem belajar mengajar di sekolah yang lebih ramah, kini bapak dan ibu guru juga telah menerapkan sistem poin dalam mengajar. Lewat sistem poin murid-murid menjadi terpacu untuk berprestasi dan menjadi lebih semangat dan disiplin dalam belajar.

“Dengan sistem poin, murid menjadi lebih disiplin. Kalau kita melawan guru, dapat poin 25. Kalau sampai 100 poin, kita bisa dikeluarkan dari sekolah. Sistem poin ini  membuat kami jadi lebih rajin datang ke sekolah dan belajar,” kata Pranata, “Dengan sistem ini, saya jadi lebih tepat waktu datang. Dulu saya sering datang terlambat.”

Dengan segala perubahan baik yang dialami oleh Pranata, remaja ini berharap kelak adik-adik kelasnya juga merasakan dampak positif Sekolah Ramah Anak.

“Saya berharap Sekolah Ramah Anak bisa dirasakan oleh adik-adik kelas nanti,” tutupnya.

 

Ditulis oleh: Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

10 Dec 2018

6 Film Pendek Tentang Kekerasan Anak Siap Dinikmati Penonton Indonesia

6 Film Pendek Tentang Kekerasan Anak Siap Dinikmati Penonton Indonesia

Minggu (2/12), bisa dikatakan sebagai puncak kegiatan sebagian anak-anak yang tergabung dalam Forum…

07 Dec 2018

Sekarang John Bisa Cuci Tangan Pakai Sabun

Sekarang John Bisa Cuci Tangan Pakai Sabun

#ProgramAsmatSehat - John adalah murid salah satu sekolah dasar inpres di…

06 Dec 2018

Duduk Sudah Tidak Terasa Dingin

Duduk Sudah Tidak Terasa Dingin

Hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para siswa PAUD Sapalek. Pasalnya siswa/i…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube