DARI LAPANGAN

Mereka Tidak Lagi Memukulku dengan Ikat Pinggang

12 Jan 2018

Sekina Glory saat menerima hadiah sebagai juara kedua pada perlombaan menulis dalam rangka Hari Anak Nasional 2017 silam di Kalimantan Barat.

Kekerasan pada anak bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Bukan teman, paman, bibi atau pengasuh yang melakukannya, tapi orang tua yang turut serta. Salah satunya seperti yang terjadi pada Sekina Glory.

Menerima tindakan kekerasan sudah dialami Sekina sejak duduk di kelas 1 Sekolah Dasar. Ayah dan ibu Sekina sudah biasa menghukum dirinya dengan kekerasan.   

“Saya sering dipukul pakai ikat pinggang dan penyapu. Terkadang badanku sampai biru dan mataku terkadang juga bengkak karena sering dipukul,” tulis Sekina pada hasil karya tulisnya.

Tak hanya kekerasan fisik, Sekina juga mendapatkan kekerasan verbal yang dialaminya setiap hari.

“Setiap hari saya dibilang bodoh dan anak tak berguna. Hampir setiap hari saya mengalami kekerasan. Tidak hanya dipukul, tapi dengan kata yang kasar, yang enggak enak didengar. Tetangga sering bilang Kina itu sering dipukul sama orangtuanya,” tambahnya.

BACA JUGA: NIKAH MASSAL DI ALOR DEMI PENUHI HAK ANAK

Namun, Tuhan seolah melihat kesengsaraan yang dialami Sekina. Pasca ibunya menerima undangan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) perihal acara seminar Stop Kekerasan Pada Anak, Sekina mulai merasakan perubahan yang signifikan pada kedua orang tuanya.

“Mama dan bapak saya diberitahu tentang arti Hak Anak dan Stop Kekerasan Pada Anak. Disitu mama saya berhenti berkata kasar sama saya, dan dengan berjalannya waktu saya tidak lagi dipukul atau mengalami kekerasan,” tulisnya lagi.

Sekina merasakan sukacita yang luar biasa dengan keikutsertaan orang tuanya di seminar tersebut. Dirinya mengaku kini orang tuanya telah mengerti akan pentingnya pemberian hak anak pada dirinya. Misalnya saja, jika sebelumnya ia tidak memiliki Akte Kelahiran karena tidak dianggap penting oleh kedua orang tuanya, kini Sekina telah mendapatkan haknya untuk memiliki dokumen tersebut.

“Saya terima kasih pada Tuhan, karena Tuhan yang sudah mengubah orang tuaku. Aku bangga karena aku mempunyai orang tua yang sayang kepadaku dan adik-adikku. Dan aku juga berdoa semoga tidak ada lagi anak-anak mengalami kekerasan di dalam keluarga, karena saya tahu di luar sana masih banyak anak-anak yang mengalami kekerasan fisik, mental dan lain-lain,” tutupnya.

Sekina menulis kisahnya dalam Perlombaan Menulis dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional 2017 silam. Kisah dengan tema “Stop Kekerasan Dimulai dari Keluarga” ini mendapatkan peringkat juara kedua dalam kompetisi tersebut. Sekina sendiri merupakan salah satu anggota Forum Anak dari Kalimantan Barat.

 

Ditulis oleh Putri ianne Barus, Field Communications Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

18 Apr 2018

Peserta Forum Anak Jangan Takut Bicara

Peserta Forum Anak Jangan Takut Bicara

Bertemu dengan pemimpin daerah tentulah menjadi kebanggaan semua orang. Perasaan ini juga yang…

12 Apr 2018

Bergabunglah Menjadi Relawan Wahana Visi Indonesia

Bergabunglah Menjadi Relawan Wahana Visi Indonesia

Tidak semua orang memiliki panggilan hati menjadi relawan. Namun dengan menjadi relawan, setiap…

29 Mar 2018

Kesejahteraan Anak Urban Bergantung Pada Semua Pihak

Kesejahteraan Anak Urban Bergantung Pada Semua Pihak

Anak-anak yang tinggal di lingkungan urban perkotaan rentan mengalami berbagai permasalahan kompleks yang…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube