BERITA & CERITA

Optimis Menuju Desa Tanpa Budaya BAB Sembarangan

02 Sep 2019

Umar saat beraktivitas bersama masyarakat dalam membangun wc sehat di Desa Merapi

Sekretaris Desa Merapi Umar (49) adalah seorang yang sangat pro terhadap kehidupan anak yang lebih baik. Banyak hal baik yang sudah dilakukannya, salah satunya adalah membongkar jamban yang terletak di tepi sungai. Tak hanya Umar, banyak pihak yang membantunya dalam pembongkaran ini seperti puskesmas, Babinkatibmas dan pihak kecamatan. Hal ini dilakukan Umar karena kepemilikan wc sehat di Dusun Merapi terhitung sangat kecil.

“Sebelumnya kondisi wc sehat tidak lebih dari sepuluh persen kepemilikannya. Masyarakat lebih banyak menggunakan jamban yang ada di tepi sungai,” jelas Umar.

Wahana Visi Indonesia (WVI) sudah mendampingi Desa Merapi dalam program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) sejak 2015. Hanya saja, lokasi desa dan dusun yang berdekatan dengan aliran sungai menjadi tantangan terbesar bagi WVI dan masyarakat untuk menjalankan program ini.

Pada 2019, desa ini sudah mulai fokus untuk masalah STBM. Desa juga sudah menganggarkan pengadaan jamban, yang dananya diambil dari APBDes 2018, ditujukan bagi keluarga yang tidak mampu. Ini dilakukan karena banyak masyarakat sudah berniat memiliki wc tetapi terkendala biaya. Selain itu hal ini dilakukan untuk memotivasi pemangku kepentingan agar terus menyosialisasikan pentingnya memiliki wc sehat kepada masyarakat.

Selain itu desa juga sudah mengganggarkan air bersih untuk Dusun Merapi 1. Pihak desa sudah bisa melihat jauh ke depan. Jika semua masyarakat sudah memiliki WC, maka mereka tetap membutuhkan air bersih, mengingat masyarakat kerap kali menggunakan air Sungai Kapuas untuk keperluan sehari-hari termasuk di wc. 

“WC erat kaitannya dengan dengan air bersih, jadi setelah bantuan wc selesai, desa juga akan membangun CAB dan embung dua buah agar wc yang sudah dibangun bisa terpakai. Kemudian akan diserahkan pada BUMDes air bersih agar perawatannya tetap terjaga,” tambah Umar. 

Ayah tiga anak ini sangat yakin desanya bisa menyatakan diri sebagai desa yang melaksanakan stop babs (buang air besar sembarangan) di 2019 ini. Menurutnya, keinginan masyarakat untuk melakukan hal ini sudah sangat besar, sekaligus sudah adanya rencana untuk meminjam dalam bentuk barang dari desa. 

Selain itu desa juga melakukan evaluasi semua kepemilikan wc di Dusun Merapi, melakukan pendampingan yang intensif kepada keluarga yang belum memiliki wc dan meminta bantuan dinas terkait apabila desa tidak mampu mangatasinya. Hasil kerja keras Umar pun sudah mulai terlihat dari adanya penambahan jumlah keluarga yang memiliki jamban. Dari jumlah sebelumnya yang hanya 13 keluarga menjadi 518 keluarga.

Umar menyadari jika pembuatan WC sudah selesai sangat banyak manfaat yang akan diperoleh  masyarakat sendiri.

“Jika semua sudah mempunyai wc, kebersihan lingkungan dan air bisa terjaga, keselamatan, keamanan dan kenyamanan pemilik rumah juga terjaga, karena di dalam beberapa rumah masih ada anak balita, lansia dan anak yang tidak bisa berenang. Jadi jika ada wc dan air bersih maka tidak perlu lagi (mengambil air) ke Sungai Kapuas yang berwarna coklat,” jelas pria yang hobi menyanyi ini.

Umar berharap warganya semakin sadar untuk membangun, dan menjaga wc sehat di rumah.

“Saya berharap masyarakat sadar ketika membangun rumah juga membangun wc yang sehat. Selain itu juga membuat peraturan yang mengikat dalam hal kepemilikan wc. Nanti akan dilakukan musyawarah dengan BPD untuk menyusun aturan kepemilikan wc,” pungkasnya.

 

Ditulis oleh: Herna Sinulingga, Community Development Coordinator Area Program Sekadau Wahana Visi Indonesia

 

 

Artikel Terkait

13 Sep 2019

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

Pekan ASI Sedunia yang dirayakan pada minggu pertama bulan Agustus setiap tahunnya, merupakan…

11 Sep 2019

Air Terjun Kini Mengalir ke Rumah

Air Terjun Kini Mengalir ke Rumah

#SatuHatiUntukSulteng - Kekeringan bukanlah sesuatu yang baru bagi warga Desa Wombo…

10 Sep 2019

WVI Dorong Pemda Sulteng Berkomitmen untuk Perda Pencegahan Perkawinan Anak

 WVI Dorong Pemda Sulteng Berkomitmen untuk Perda Pencegahan Perkawinan Anak

Isu perkawinan anak sempat merebak belakangan ini setelah beberapa media mengangkat isu tersebut.…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube