BERITA & CERITA

Pahlawan Masyarakat Wana

23 Sep 2019

Ibu Letnan (baju putih) saat memberikan pelayanan kepada masyarakat Wana melalui aktivitas posyandu

Yolfianti Rassa (38) atau yang sering disapa ‘Ibu Letnan’ merupakan salah satu kader Posyandu Singgani 5 yang berada di Dusun Wana, Kecamatan Ulujadi, Sulawesi Tengah. Ibu Letnan yang juga adalah seorang pendeta, merupakan salah satu orang yang sangat berpengaruh di Dusun Wana.  

Ibu Letnan rela memberikan bantuan kepada masyarakat Wana tanpa memandang latar belakang masyarakat tersebut. Bahkan, setiap warga yang sakit selalu menemui dirinya untuk mendapatkan layanan kesehatan.  

“Menjadi kader posyandu merupakan suatu perkerjaan yang membutuhkan keikhlasan,” katanya.  

Setiap pelaksanaan posyandu, Ibu Letnan sangat antusias untuk melakukan tugasnya sebagai seorang kader. Ia selalu mempersiapkan segala hal dibantu kader lainnya saat hari posyandu akan berlangsung. Ibu letnan sangat berperan penting dalam penyuluhan dan layanan kesehatan untuk membantu petugas kesehatan, karena petugas puskesmas tidak melaksanakan penyuluhan dan layanan kesehatan sebelum ibu letnan mengarahkan warga.   

Banyak warga yang tidak mau menerima informasi penyuluhan dan layanan kesehatan. Namun, Ibu Letnan memberikan arahan bagi orang tua balita atas pentingnya imunisasi bagi anak. Ia pun turut membantu para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan.  

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah salah satu Lembaga yang turut membantu Ibu Letnan dan para tenaga kesehatan lainnya di Dusun Wana. Melalui proyek iREACH yang bergerak di sektor kesehatan, WVI membantu tercapainya peningkatan gizi anak balita dan memperkuat sistem posyandu dan rujukan berbasis informasi teknologi bernama aplikasi mPosyandu.

“Dengan adanya WVI saya sangat terbantu untuk menangani warga Wana yang sakit, karena pihak WVI banyak membantu warga Wana,” tambah Ibu Letnan.  

Ibu letnan juga sangat tertarik dengan aplikasi mPosyandu yang diusung oleh WVI lewat proyek iREACH. Ia berpendapat mPosyandu sangat cocok digunakan untuk memantau pertumbuhan anak. Menurutnya, dengan adanya aplikasi tersebut, kini para tenaga kesehatan dapat dengan mudah memantau pertumbuhan balita setiap bulannya.  

“Mudah digunakan dan sangat membantu untuk menetukan warna pita KMS tanpa repot-repot membuka KMS (kartu menuju sehat),” pungkasnya.


Ditulis oleh: Riski Leme Piri, iREACH Officer Wahana Visi Indonesia

 

Artikel Terkait

13 Mar 2020

Makanan Bergizi Demi Anak Sehat

Makanan Bergizi Demi Anak Sehat

Siang itu Jemi Bakper dan Yustina Kanakaimu melangkah menuju tempat para orang tua…

03 Mar 2020

Cerita Anak: Forum Anak Kami Semakin Baik

Cerita Anak: Forum Anak Kami Semakin Baik

Nama saya Iqbal, umur saya 17 tahun. Saya adalah ketua salah satu forum…

20 Feb 2020

Pendamping yang Setia

Pendamping yang Setia

Pak Tobing (48), demikian ia biasa disapa, adalah salah satu pendamping forum anak…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube