BERITA & CERITA

Pelibatan Publik di 3 Kabupaten Kalbar Menuai Tindak Lanjut Pemerintah

14 Mar 2019

Masyarakat, koalisi daerah dan anggota forum anak di Kabupaten Sintang, Sekadau, Melawi berkumpul dalam diskusi publik untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah Kabupaten Sintang, Sekadau dan Melawi

Dalam rangka 'Open Government Week' yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Open Government Indonesia melakukan diskusi terbuka bersama masyarakat, koalisi daerah dan perwakilan Forum Anak Daerah dari Kabupaten Sintang, Melawi, Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat pada Kamis (14/03/2019) di Kabupaten Sintang. Diskusi terbuka ini bertujuan untuk melibatkan dan mendengar suara anak dan masyarakat demi terciptanya Kabupaten Layak Anak.

Pada sambutannya, Bupati Sintang dr. Jarot Winarno, M. Med, PH mengatakan, pemerintah daerah tidak dapat bergerak seorang diri untuk melakukan pembangunan di 3 kabupaten; Sintang, Melawi, Sekadau. Untuk itu dirinya meminta dukungan dari banyak pihak termasuk masyarakat untuk bahu-membahu memberikan yang terbaik bagi setiap kabupaten lewat masukan dan laporan warga. 

“Kami siap memediasi, memfasilitasi, melaksanakan pelibatan publik. Baik itu sejak tahap perencanaan hingga evaluasi,” tegasnya.

Terkait hal itu, WVI lewat Civil Society Organization Project (CSO/proyek pemberdayaan organisasi masyarakat sipil), yang telah berlangsung sejak Februari 2016, mengedukasi masyarakat untuk berani menyuarakan aspirasi, sekaligus memantau kebijakan Kabupaten Layak Anak di setiap kabupaten, terutama pemantauan pada sektor kesehatan dan kesejahteraan anak. Aktivitas CSO Project ini dilakukan lewat pendekatan Suara dan Aksi Warga Negara di 50 desa dan 10 kecamatan. Pendekatan serupa juga pernah dilakukan WVI di 3 kabupaten lainnya di NTT.

Dari rekomendasi yang telah pernah dilakukan sebelumnya, pemerintah daerah telah berkomitmen dan bergerak membangun beberapa ruang terbuka layak anak serta memperbaiki fasilitas puskesmas. Hingga Maret 2019 ini, pemda Kalbar telah mengucurkan lebih dari 26 miliar rupiah untuk perbaikan tersebut. Biaya ini didapatkan dari dana desa dan APBD.

Pada pertemuan tatap muka ini, masyarakat dan perwakilan anak juga kembali menyuarakan keluh kesah dan kebutuhan lainnya kepada pemerintah. Suara yang disampaikan, berasal dari hasil diskusi bersama yang turut dilakukan pada akhir sesi acara.

 

Ditulis oleh: Putri ianne Barus, Field Communication Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

26 Mar 2019

WVI Lakukan Pendampingan Usaha Lanjutan Bagi Pelajar di Jakarta

WVI Lakukan Pendampingan Usaha Lanjutan Bagi Pelajar di Jakarta

Guna meningkatkan kapasitas pemuda agar siap memanfaatkan peluang-peluang ekonomi, Wahana Visi Indonesia (WVI)…

18 Mar 2019

Dari Ibu Rumah Tangga Biasa, Kini Diana Jadi Fasilitator Desa

Dari Ibu Rumah Tangga Biasa, Kini Diana Jadi Fasilitator Desa

Wanita asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur  ini tampak tenang menjadi fasilitator acara…

21 Sep 2018

Satu Hati Ciptakan Indonesia Bebas Stunting

Satu Hati Ciptakan Indonesia Bebas Stunting

Mengatasi stunting (tinggi badan lebih rendah dibanding standar usia) masih menjadi salah satu…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube