BERITA & CERITA

Peran Serta Forum Anak untuk Desa Takome

17 Jun 2019

Para anggota baru Forum Anak Takome bersama perwakilan pemerintah lokal

April 2019 lalu, Desa Takome di Ternate membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam forum anak. Dari pembukaan tersebut, sembilan remaja memutuskan untuk bergabung Bersama

Sitra (15), ketua Forum Anak Takome mengatakan, para anggota forum anak mendapatkan pendampingan dan penyuluhan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) dan pemerintah lokal terkait informasi manfaat dan tujuan bergabung menjadi forum anak. Mereka juga diajarkan untuk menjadi para agen perubahan bagi Takome. Mereka dimotivasi untuk membuat perubahan di desa mereka, terutama bagi anggota yang tinggal di daerah terpencil dengan sumber informasi yang terbatas.

“Saya melihat banyak remaja yang memiliki banyak potensi untuk membantu sesamanya. Saya tertarik untuk menjadi perwakilan atas anak-anak di desa ini, agar suara anak dapat tersalurkan kepada keluarga, guru, teman bahkan pemerintah local,” ujar Sitra menjelaskan tujuannya bergabung menjadi anggota forum anak.

Forum Anak Takome aktif memberikan pengaruh bagi lingkungan mereka. Salah satu aktivitas yang pernah mereka lakukan adalah membantu proses renovasi atap masjid di sana. Bersama dukungan dari WVI Area Program (AP) Ternate, para anggota forum anak juga bisa terlibat dalam komunitas masyarakat serta mendapatkan dana terkait program tersebut

“Kami melakukan bisnis kecil. Meski bisnis tersebut kecil dan tidak memberikan kontribusi yang terlalu besar, kami belajar untuk terus membantu sesame serta merasakan bagaimana rasanya bekerja Bersama-sama sebagai tim,” ungkap Sitra.

Pada Mei 2019 lalu, para anggota forum anak juga melakukan aksi baik lainnya terkait isu perlindungan anak. Mereka bergabung dalam membantu salah satu anggota yang mendapatkan kekerasan fisik dari orang tuanya. Sitra menyatakan, anggotanya tersebutlah yang meminta anggota lainnya untuk membantu kasus yang dialaminya.

“Anak tersebut meminta kami untuk membantunya,” cerita Sitra.

Berdasarkan permintaan tersebut, Sitra dan anggota lainnya bernama Taslim (17) segera mengonsultasikan hal tersebut kepada staf WVI AP Ternate. Sitra dan Taslim melaporkan kasus tersebut kepada komunitas dampingan WVI serta pemerintah local untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan.

Singkat cerita, melalui dukungan dari pemerintah local, komunitas, polisi, tim psikolog, dsb, kasus tersebut akhirnya berhasil diselesaikan.

“Kasus ini diselesaikan dengan berani dan penuh perhatian dari banyak pihak untuk tetap menjaga setiap anak mendapatkan hak mereka. Kami tidak takut dan tidak akan pernah berhenti menjadi pelapor dan pelopor melawan kekerasan terhadap anak selama kami masih mampu,” pungkas Sitra.

 

Ditulis oleh: Agnes Yunita Sinuraya, CESP Coordinator Area Program Ternate Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

06 Aug 2019

Cerita Anak: Bersuara di Musrenbang? Siapa Takut!

Cerita Anak: Bersuara di Musrenbang? Siapa Takut!

Berpartisipasi di Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) desa adalah pengalaman pertama untuk saya. Saya…

23 Jul 2019

Kembali ke Indonesia, Oslin Terima Penghargaan di Hari Anak Nasional 2019

Kembali ke Indonesia, Oslin Terima Penghargaan di Hari Anak Nasional 2019

Roslinda (14), yang kerap disapa Oslin, merupakan perwakilan anak Indonesia asal Desa Kombapari,…

16 Jul 2019

Oslin Angkat Isu Penelantaran Anak Indonesia kepada Utusan Khusus Sekjen PBB

Oslin Angkat Isu Penelantaran Anak Indonesia kepada Utusan Khusus Sekjen PBB

Roslinda, atau Oslin (14), wakil anak Wahana Visi Indonesia (WVI) asal Sumba Timur…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube