DARI LAPANGAN

Percaya Diri Menjadi Promotor Kesehatan Cilik

13 Feb 2018

Moses dan teman sekelasnya saat menjelaskan tentang penyakit TBC di depan kelas

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mikobakterium tuberkulosis. Penyakit ini sangat berbahaya terutama bagi anak-anak dan bayi di bawah lima tahun. Bagi sebagian besar kalangan di Nias Selatan, penyakit tuberkulosis menjadi penyakit yang masih kurang mendapat perhatian serius, kurang dipahami penyebabnya, dan bagaimana melakukan cara pencegahannya. Definisi tentang tuberkulosis pun masih seringkali disalahtafsirkan oleh masyarakat, terutama di desa-desa.

Dengan memperhatikan kondisi ini, Wahana Visi Indonesia berinisiatif mengadakan kegiatan screening tuberkulosis yang dilaksanakan bersamaan dengan program pengecekan kesehatan dan pemberian obat cacing kedua pada bulan Agustus, setelah sebelumnya dilakukan pada bulan Februari. Upaya promosi kesehatan terkait tuberkulosis juga dilakukan dengan Puskesmas Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, melalui penyuluhan dan diskusi dua arah antara promotor kesehatan dan murid-murid yang terlibat.

Melalui penyuluhan tersebut dapat dilihat bahwa siswa-siswi sangat antusias untuk mengetahui informasi terkait tuberkulosis. Hal ini dapat juga dilihat dari semangat siswa-siswi ketika diminta untuk mengulang kembali informasi yang didapat dan melakukan penyuluhan di hadapan teman-teman sekelas mereka. Termasuk salah satu di antaranya adalah Moses (9).

Moses merupakan salah satu wakil anak Wahana Visi Indonesia Nias Selatan yang sekarang duduk di bangku kelas 4 SD. Memulai menyuluh dengan sesekali menatap muka temannya, namun perlahan semakin percaya diri.

Begitu sebaliknya dengan temannya. Penyuluhan dilakukan dengan memakai alat bantu styrofoam yang dipegang oleh promotor dan berisi informasi dasar seputar penyakit tuberkulosis dimulai pengertian, cara penularan, cara pencegahan dan etika batuk yang benar.

Antusiasme dan perhatian yang diberikan oleh teman-teman sekelas Moses, menjadi salah satu bentuk motivasi yang kemudian semakin meningkatkan rasa percaya dirinya melakukan penyuluhan.

“Batuk terus dan berdahak lebih dari dua minggu, nyeri dada, dan sesak nafas, tidak nafsu makan, berat badan menurun, sering demam, dan berkeringat di malam hari tanpa kegiatan merupakan tanda-tanda orang yang menderita tuberkulosis (TB),” jelas Moses.   

Anak-anak kemudian mendapatkan kudapan pagi seusai kegiatan dan menutup seluruh rangkaian dengan berdoa sebelum pulang ke rumah masing-masing.

 

Ditulis oleh Eduard Derry Christian, MELC Kantor Operasional Nias Selatan Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

23 Nov 2017

Berkat Air Hujan, Anak Desa Hiligodu Bisa Mandi dengan Bersih

Berkat Air Hujan, Anak Desa Hiligodu Bisa Mandi dengan Bersih

Air merupakan bagian yang tidak terlepas dalam diri setiap makhluk hidup. Kebutuhan akan…

08 Nov 2017

Kebiasaan BAB Sembarangan Mulai Hilang di Desa Lolozirugi Nias

Kebiasaan BAB Sembarangan Mulai Hilang di Desa Lolozirugi Nias

Melakukan BABS (Buang Air Besar Sembarangan) masih menjadi salah satu kebiasaan masyarakat di…

11 Sep 2017

Tangan Rajin Menghasilkan Buah Manis

Tangan Rajin Menghasilkan Buah Manis

Salah satu program gereja yang difasilitasi oleh Wahana Visi Indonesia  (WVI) Kantor Operasional Nias adalah…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube