BERITA & CERITA

Pernah Dikecewakan, Duet Pebisnis Ini Akhirnya Miliki Toko Kue

07 Nov 2018

Euis dan Sri saat berada di toko kue baru milik mereka

Series Delycius Cake and Backry merupakan usaha mikro yang digagas oleh dua bersaudara asal Jakarta yang memiliki hobi serupa atas kuliner. Mereka adalah Euis Hendrawati dan adik iparnya, Sri Haryati, yang telah menjalankan usaha bersama dalam satu tahun belakangan. Meski sempat kecewa di awal karir bisnisnya, kini keduanya bisa berbangga hati lewat keberhasilan mereka membuat toko kue sederhana.

Euis dan Sri merupakan contoh duet pebisnis yang mendapatkan pendampingan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Program Jakarta. Lewat acara boothcamp yang pernah diselenggarakan pada Desember 2017 silam, keduanya mulai bergabung dalam program pendampingan usaha yang diinisiasi oleh WVI.

Program boothcamp dilakukan guna meningkatkan kapasitas masyarakat dampingan dalam hal melakukan produksi usaha, pelatihan membentuk kemasan, mendapatkan bantuan usaha dan sebagainya. Meskipun keduanya telah pernah mendapatkan pelatihan terkait cara pembuatan kue, tapi mereka tetap memutuskan untuk mengikuti program tersebut.

 “Saya dahulu pernah mendapatkan pelatihan dari Yayasan Rumah Singgah di Rawabunga tahun 2010.  Dari situ saya mencoba untuk mempraktikkan pembuatan kue dan menjualnya keliling di pasar,” cerita Euis. 

Berbeda dengan Euis, Sri memperoleh pengetahuan membuat kue karena sebelumnya pernah bekerja di salah satu perusahaan produsen makanan terkenal di bilangan Jakarta Selatan.

“Karena pernah kerja di pabrik kue jadi saya tahu takaran dan standar higienitas makanan. Dulu saya kerja di bagian Oven, tetapi kadang dirolling ke bagian Baking, kadang di bagian Takaran jadi saya paham,” ungkap Sri.

Ilmu yang didapatkan Euis dan Sri kemudian melebur menjadi ide bisnis yang kuat. Mereka berdua sepakat untuk berkolaborasi dan saling melengkapi agar usahanya terus meningkat. Sejak bisnis mereka beroperasi, omset penghasilan mereka pun telah meningkat hingga 150 persen dari omset awal.   

Meski begitu, usaha yang mereka rintis hingga saat ini pernah mengalami kegagalan. Bahkan, ada saat dimana Eusi dan Sri merasakan kerugian besar akibat karena produk yang tidak terjual.

“Pernah kami ditawarkan untuk ikut bazaar di Taman Mini Indonesia Indah dan kami sudah membuat berbagai macam kue dengan jumlah yang cukup banyak. Saat ingin berangkat ke lokasi bazar baru dapat informasi bahwa bazar batal. Akhirnya kami menjajakan kue dengan berkeliling TMII hingga sore tapi hanya laku Rp30.000, padahal modal kami Rp150 ribu,” kenang Euis membeberkan kisahnya.

Kini, Euis dan Sri bisa tersenyum melihat jerih payah yang telah mereka lakukan. Terhitung sejak September 2018 lalu, toko kue sederhana hasil usaha mereka telah hadir di kawasan BKT, Cipinang Besar Selatan, Jakarta. Produk yang ditawarkan oleh Series Delycius sangat beragam, seperti nasi tumpeng, nasi liwet, aneka kue basah dan kering, bolu serta aneka puding. Koleksi bolu milik Series Delycius Cake and Backry pun sangat beragam, seperti bolu kecebong, bolu marmer, bolu zebra, bolu jadul, brownis coklat, brownies pandan, bolu bayam, bolu brokoli, bolu wortel dan bolu jagung manis.  

Meskipun telah sukses meningkatkan bisnis, Euis dan Sri masih tetap mengikuti beberapa aktivitas pendampingan bersama WVI Area Program Jakarta. Sesi sharing dan coaching yang dilakukan bersama Forum Pengusaha Jatinegara di setiap bulannya juga masih dengan rutin mereka ikuti.

Ditulis oleh: Hermawati Triwibowo, Livelihood Technical Project Coordinator Wahana Visi Indonesia Area Program Jakarta.

Artikel Terkait

22 Feb 2017

Respon Bencana Banjir Cipinang Melayu, WVI Dirikan Ruang Sahabat Anak

Respon Bencana Banjir Cipinang Melayu, WVI Dirikan Ruang Sahabat Anak

Banjir dengan ketinggian 50-150 cm melanda pemukiman warga di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur akibat…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube