BERITA & CERITA

Pertanian untuk Keberlangsungan Hidup di Sulawesi Tengah

05 Mar 2019

Para warga berkumpul untuk membicarakan dukungan pertanian di Kecamatan Sigi Biromaru

#SatuHatiUntukSulteng – Desa Lolu terletak di wilayah Kecamatan Sigi Biromaru. Wilayah ini merupakan daerah sentral yang selama ini mensuplai beras untuk kebutuhan masyarakat Kota Palu. Selain beras juga komoditas lain seperti bawang merah, jagung manis, tomat dan cabe selama ini mampu memberikan kontribusi bagi Pemerintah Provinsi untuk mendukung program swasembada pangan.

Pagi itu masyarakat yang tergabung dalam delapan kelompok tani yang ada di Desa Lolu berkumpul di rumah Pak Usman, Ketua Gapoktan Desa Lolu. Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sigi ini menjadi awal proses program pendukung peningkatan ekonomi di sektor pertanian.

Pasca bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi, kondisi tanah pertanian di Desa Lolu cenderung rusak, bergelombang, dan berlumpur. Hal ini tentu saja membuat aktivitas pertanian terhenti karena tidak dapat ditanami kembali. Banyak petani kehilangan lapangan pekerjaan karena mereka tidak lagi bisa bertani.

“Dampak pasca gempa lalu, sekitar 365 ha bergeser, tanah berlumpur dan bergelombang sehingga tidak bisa ditanami. Jadi sekarang warga hanya bisa menanam cabai dengan mengandalkan air hujan dan sumur bor untuk pengairan,” ujar Sri Winarti, Kepala Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan Sii Biromaru yang hadir saat itu.

Di Desa Lolu terdapat delapan kelompok tani dengan 216 jumlah anggota kelompok yang nantinya akan bergabung menjadi peserta program pendukung peningkatan ekonomi di sektor pertanian. Melalui program Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah, Wahana Visi Indonesia membuka program ini sebagai upaya dalam peningkatan ekonomi warga pasca gempa dan tsunami. Melalui program ini nantinya ada sejumlah aktivitas yang akan dilakukan meliputi pembersihan lahan pertanian, pembangunan sumur dangkal untuk irigasi, serta penanaman bibit tomat, bawang merah, jagung, dan cabe. 

“Saya senang sekali dan tidak sabar program ini dapat diimplementasikan. Bahkan untuk pembuatan irigasi kami masyarakat siap, sehingga tidak perlu dari kontraktor,” ujar Usman, Ketua Gapoktan Desa Lolu semangat.

Wahana Visi Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dalam upaya memberikan penyuluhan kepada kelompok tani melalui tenaga-tenaga penyuluh pertanian yang ada di setiap Desa. 

“Di Sigi ini pertanian merupakan sumber pencaharian utama, apabila program ini nantinya berhasil akan ada kemungkinan untuk direplikasi di wilayah lain. Desa Lolu ini menjadi cikal bakal untuk implementasi program peningkatan ekonomi petani di Kecamatan Sigi. Program percepatan pemulihan lahan pertanian ini juga menjadi konsen pemerintah Sigi guna mengantisipasi kriminalitas karena banyaknya masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan,” terang Mulyadi, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sigi.

Sektor pertanian memiliki peran sangat penting dalam pembangunan suatu daerah dan perekonomian mengingat sektor ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Selain itu juga mampu menjadi sumber pendapatan, serta sarana untuk dapat merubah nasib ke arah yang lebih baik lagi terutama pasca bencana yang melanda Desa Lolu dan desa-desa lainnya di Kecamatan Sigi Birobaru.

Ditulis oleh: Melya Findi Astuti, Communication Officer of CENTRE Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

01 Mar 2019

Anak Laki-Laki Juga Perlu Tahu Pendidikan Menstruasi

Anak Laki-Laki Juga Perlu Tahu Pendidikan Menstruasi

#SatuHatiUntukSulteng – Rosni (46) sudah menjadi guru sejak 2007. Sebagai guru…

26 Feb 2019

Bebas DBD dengan Kelambu Berinsektisida

 Bebas DBD dengan Kelambu Berinsektisida

#SatuHatiUntukSulteng – Rumah darurat sementara yang dibangun suami Indarti (32) di…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube